Breaking News:

Eks Kepala Sekolah SMPN 17 Tangerang Selatan Didakwa Korupsi Dana PIP Senilai Rp 699 Juta

Mantan Kepala Sekolah SMPN 17 Tangerang Selatan, Marhaen Nusantara didakwa korupsi dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik 1.077 siswa.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Nurandi/AhmadTajudin
Suasana Persidangan Kasus korupsi dana PIP di SMPN 17 Tangerang Selatan. Mantan Kepala SMPN 17 Tangerang Selatan, Marhaen Nusantara didakwa korupsi penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswanya sebanyak 1.077 siswa dengan jumlah sekitar Rp 699 juta. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Mantan Kepala Sekolah SMPN 17 Tangerang Selatan, Marhaen Nusantara didakwa korupsi penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswanya sebanyak 1.077 siswa.

Total dana PIP yang dikorupsi Rp 699 juta.

Hal itu terungkap pada sidang perdana kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana PIP di SMPN 17 Tangerang Selatan, yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Serang, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: GPSH Dorong Kasus Dugaan Korupsi Dana PIP SMPN 17 Tangsel Diusut: Bantuan Pendidikan Malah Disikat!

Sidang beragendakan pembacaan dakwaan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tangerang Selatan Puguh Raditya, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Atep Sopandi.

Dalam isi dakwaannya, mantan Kepala Sekolah SMPN 17 Tangerang Selatan Marhaen Nusantara didakwa korupsi penyaluran dana PIP milik siswanya untuk kepentingan pribadi.

"Memperkaya diri terdakwa Marhaen Nusantara dan orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara sebesar Rp 699 juta," ungkapnya JPU dalam persidangan, Selasa (27/9/2022).

Dalam isi dakwaannya, diketahui pada tahun 2020 ada sekitar 1218 siswa SMPN Tangsel menerima bantuan PIP.

Namun dari jumlah itu, hanya ada 1183 siswa yang melakukan aktivasi dengan nilai sebesar Rp 765.750.000 juta.

Sedangkan 35 siswa lainnya dengan jumlah Rp 22.875.000 juta dikembalikan kepada kas negara.

Dalam hal aktivasi rekening oleh kuasa peserta didik, Kepala Sekolah adalah penerima kuasa bukan pemberi kuasa.

"Namun terdakwa Marhaen membuat surat kuasa untuk penarikan seluruh dana itu, dengan menguasakan dirinya sendiri tanpa adanya permintaan ataupun, sepengetahuan orang tua siswa," katanya.

JPU menyampaikan bahwa sekitar tahun 2020, terdakwa mendapatkan informasi adanya bantuan PIP di SMPN 17 Tangsel.

Informasi itu diterima terdakwa dari saudara Mugni dan Rizki, yang mengaku sebagai tim yang memberikan dana aspirasi dari DPR RI.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved