Breaking News:

Difteri dan Campak Masuk Kejadian Luar Biasa di Kabupaten Serang, Dinas Kesehatan Gencar Imunisasi

Difteri dan campak masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Serang.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
YouTube/Rans Entertainment
Ilustrasi imunisasi. Difteri dan campak masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Serang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Difteri dan campak masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Serang.

Dua penyakit yang disebabkan virus itu ditemukan di sejumlah kecamatan.

Difteri dan campak itu muncul karena pada 2020 dan 2021 terjadi penurunan capaian vaksin rutin pada balita.

Untuk mencegah terjangkitnya difteri dan campak, Dinas Kesehatan Kabupaten Serang melakukan imunisasi

Hal itu diungkap oleh Kepala Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi

Baca juga: Banten Peringkat Ketiga Capaian Imunisasi Nasional, Dinkes Lakukan Pelayanan Door to Door

"Gejala difteri dan campak mirip dengan gejala Covdi-19. Menyerang infeksi pada hidung dan tenggorokan dengan demam yang tinggi," kata dia, saat rapat forkopimda di Pendopo Bupati Serang, Selasa (27/9/2022).

Dia mengungkapkan, penyakit difteri ditemukan di Kecamatan Kramatwatu, Kecamatan Kibin, dan di Kecamatan Kragilan.

Untuk di Kecamatan Kibin telah dilakukan vaksinasi secara massal untuk melokalisir penyebaran.

Agus mengatakan, penyakit difteri terutama menyerang anak-anak dan sangat menular temasuk kepada orang tua.

"Jadi untuk dua penyakit ini dapat disembuhkan tapi menular," ucapnya.

Sedangkan untuk penyakit campak atau yang dikenal dengan rubela ditemukan di Kecamatan Tirtayasa dan di Kecamatan Padarincang dengan total 62 kasus dan menyerang anak-anak dan balita.

Agus menjelaskan, penyebab dua penyakit tersebut dikarenakan pada tahun 2022 dan 2021 ada penurunan capaian angka vaksin rutin karena kontak antara pasien dengan tenaga kesehatan (Nakes) dikurangi.

Sehingga banyak orangtua yang memiliki anak dan balita tidak mendatangi posyandu dan puskesmas untuk dilakukan vaksin rutin.

Baca juga: Bulan Imunisasi Anak Nasional di Cilegon Capai 85 % , Dinkes Gunakan Cara Door to Door

"Penyakit difteri dan campak ini dapat dicegah dengan imunisasi," paparnya.

Pihaknya mengatakan, untuk menangani difteri
dan campak sejak Agustus 2022 Dinkes Kabupaten Serang melakukan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Di sana diberikan vaksin campak rubella, difteri, Hepatitis dan polio, baik melalui mulut dan suntik.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved