Breaking News:

Mengintip Proses Pembuatan Panjang untuk Tradisi Panjang Mulud di Kota Serang

Berikut ini adalah proses pembuatan panjang, untuk tradisi Panjang Mulud di Kota Serang, Provinsi Banten.

Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Siti Nurul Hamidah
Proses pembuatan Panjang Mulud di Kota Serang, Provinsi Banten, Rabu (28/9/2022). 

Wartawan TribunBanten.com/Siti Nurul Hamidah

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Berikut ini adalah proses pembuatan panjang, untuk tradisi Panjang Mulud di Kota Serang, Provinsi Banten.

Bagi masyarakat Serang, pasti sudah tidak asing dengan tradisi Panjang Mulud, yang dirayakan setiap Bulan Robiul Awal atau Bulan Mulud alias bulan kelahiran Nabi Muhammad Sholallahu'alaihiwasalam.

Arak-arakan panjang dengan berbagai bentuk dan ukuran, memiliki keunikan tersendiri, dengan hiasan yang cantik dan detail bentuk yang sempurna.

Baca juga: Maulid Nabi Muhammad Sudah Dekat, Perajin Hiasan Panjang Mulud di Kota Serang Kebanjiran Pesanan

Pengerjaan panjang ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kutuh keterampilan untuk membuat panjang.

Pembuatan panjang untuk tradisi panjang mulud memerlukan kesabaran, dan ketelitian serta keterampilan dalam membentuk bambu atau kayu.

Sobri, seorang pengrajin yang sudah membuat panjang lebih dari 11 tahun menyebutkan, bahwa dalam membuat panjang, harus sabar membengkokkan bambu, membentuk dan mempakunya.

Lelaki berusia 39 tahun tersebut biasa membuat 2 panjang dalam sehari.

“Membuat panjang itu ketika masih pemula, harus sabar menipiskan bambu untuk bisa dibentuk, terlalu tebal tidak bisa dibentuk, terlalu tipis menjadi kurang kokoh bentuknya,” kata Sobri kepada TribunBanten.com saat ditemui di lapak dagangannya di Cinanggung, pertigaan Pasar Rau, Rabu, (28/9/2022).

Dalam membuat panjang, bahan yang diperlukan adalah bambu, kayu, paku, tali rafia, lem dan untuk hiasan menggunakan karton, kertas kado motif batik dan kertas kado metalik.

Hal yang pertama harus dilakukan adalah memotong bambu sesuai dengan ukuran yang akan dibuat, kemudian bambu tersebut sedikit ditipiskan agar mudah dibentuk.

Kayu yang digunakan oleh sobri untuk membuat bagian tengah, atau penguat panjang adalah kayu semperan, yang dibentuk kubus besar ataupun kecil, sebagai penyangga utama panjang.

Kemudian kayu semperan yang sudah dibentuk kubus, akan dibuat menjadi kerangka bentuk-bentuk perahu dengan bambu, yang sudah ditipiskan kemudian dilekukkan menyerupai moncong-moncong perahu.

kayu dan bambu tersebut akan dipaku, dan beberapa bagian diikat dengan tali rafia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved