Breaking News:

Situasi Politik Panas Jelang 2024, PBNU: TNI Harus Solid, Jangan Mau Diadu Domba

Ketua PBNU)Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur meminta prajurit TNI solid dan jangan mau diadu domba.

Editor: Glery Lazuardi
(Media Fraksi Gerindra)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto merekatkan tangan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman. Momen itu diambil pasca rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022). Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur meminta prajurit TNI solid dan jangan mau diadu domba. 

TRIBUNBANTEN.COM - Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur meminta prajurit TNI solid dan jangan mau diadu domba.

“Biarkan tentara bekerja. Kita butuh tentara kuat, jangan ada narasi yang membenturkan pimpinan tentara. Itu tidak produktif. Kita ingin tentara kuat dan profesional,” ujar Gus Fahrur saat dihubungi, pada Jumat (30/9/2022).

Menurut dia, semua pihak harus mendukung upaya konsolidasi yang dilakukan pimpinan TNI. Konsolidasi itu dibangun untuk menguatkan dan mensolidkan TNI itu sendiri.

“Makanya kita semua berupaya untuk mendukung itu. Kita mesti bantu supaya konsolidasi tentara ini kuat, tidak ada isu-isu yang merugikan TNI. Jangan ada isu yang memecah belah bangsa. Kalau tentara pecah negara ini menjadi berbahaya,” kata dia.

Baca juga: Sambut HUT ke-77 TNI, Kodim 0603 Lebak Gelar Turnamen Tenis Lapangan

Apalagi, lanjut Gus Fahrur, Indonesia sudah masuk tahun politik. Pada momentum ini, katanya, TNI harus mendapatkan dukungan dari semua kalangan untuk menjaga keamaan dan persatuan serta kesatuan bangsa.

“Ini kan momen tahun politik. Tentara harus kuat dan solid. Kita butuh keamanan dan kenyamanan. Makanya kita berharap jangan ada berita disharmoni, jangan ada narasi-narasi yang berpotensi memecah belah. Kita ingin semua ini rukun. Tentara ini kekuatan besar. Kita punya harapan besar kepada tentara,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tidak harus menanggapi sumua kritik. Mereka harus fokus pada konsolidasi penguatan TNI.

Baca juga: Cara Cek Status Penerima BSU Tahap II, Syarat Bukan PNS atau TNI/Polri, Ikuti Langkahnya Di Sini

“Kita harus ikut berusaha menbuat situasi lebih baik. Kalau memang ada orang yang sifatnya mengadu domba, atau sifatanya dia memang tidak menginginkn sesuatu harmonis saya kira tidak harus ditanggapi. Tapi, ditanggapinya dengan konsolidasi, menunjukkan bahwa Panglima dan KSAD sedang akur, dan sama pak Effendi Simbolon sudah saling memaafkan. Nanti itu akan hilang sendiri,” kata dia.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi narasi dari analis militer Connie Rahakundini Bakrie.

Connie Bakrie mengatakan Jenderal Dudung ingin mendirikan sekolah untuk putranya dan KSAD Dudung tidak berambisi menjadi Panglima TNI.

Baca juga: Punya Keunikan Dalam Memimpin, Jenderal Andika Perkasa Angkat Derajat TNI ke Level Internasional

Dia menambahkan, Connie Bakrie sebaiknya bekerja sama dengan TNI sehingga TNI menjadi solid, kuat dan profesional, dalam menjaga pertahanan dan keamanan Indonesia.

“Mereka saling bekerja sama lah. Bu Connie sebagai pengamat dia bisa ngambil nilai-nilai positif. Semua orang pasti ada nilai positif dan negatifnya. Mari kita saling menguatkan, kita lihat titik persamaannya, jangan titik perbedaannya. Jadi kita saling menguatkan dan saling bantu,” tambahnya.

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved