Breaking News:

Insiden Santri Bakar Santri di Rembang, Bermula dari Razia Ponsel di Pondok Pesantren

Peristiwa pembakaran hidup-hidup yang dilakukan santri terhadap santri pada lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Rembang

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Siti Nurul Hamidah
Ilustrasi kebakaran. Peristiwa pembakaran hidup-hidup yang dilakukan santri terhadap santri pada lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik. 

TRIBUNBANTEN.COM - Peristiwa pembakaran hidup-hidup yang dilakukan santri terhadap santri pada lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik.

Pasalnya, santri yang dibakar hidup-hidup tersebut mengalami luka bakar hingga 80 persen.

Saat ini, santri berinisial AH masih dirawat intensif di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya.

Kakak korban, Ahmad Muzaki mengatakan, keluarga meminta polisi memproses hukum pelaku sesuai regulasi.

Baca juga: Laga Arema Vs Persebaya Berujung Ricuh: Polisi Tembakkan Gas Air Mata, 127 Orang Tewas

"Harapannya pelaku dihukum seumur hidup," ucap Ahmad Muzaki saat dihubungi kompas.com, Sabtu (1/10/2022).

Akibat peristiwa tersebut, keluarga pelaku sejauh ini sudah memberikan sejumlah uang kepada pihaknya.

"Sampai detik ini keluarga pelaku cuma ngasih uang Rp 16 juta," kata dia.

Padahal, korban masih belum pulih seperti sedia kala dan masih dirawat di rumah sakit selama lebih dari satu bulan.

"Sudah 45 hari lebih di rumah sakit," ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, seorang santri di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah nekat membakar santri lainnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Kasatreskrim Polres) Rembang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hery Dwi Utomo mengungkapkan, peristiwa bermula pada Minggu (14/8/2022).

Kronologinya bermula saat santri berinisial MI (20), bertugas sebagai petugas keamanan pondok, ditugaskan untuk memeriksa kamar-kamar santri.

"Setiap pukul 00.00 WIB, yang bersangkutan menertibkan santri yang memakai handphone," ucap Hery saat dikonfirmasi kompas.com, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Lama Tak Keluar Rumah, Pria di Serang Ditemukan Tewas Membusuk

Namun, karena ada miss komunikasi, pihak keamanan pondok sudah meminta ponsel kepada pelaku pada pukul 18.00 WIB.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved