Breaking News:

Antisipasi Banjir, Petugas Angkut Sampah dan Lumpur di 6 Titik Drainase Pusat Kota Rangkasbitung

DPUPR Kabupaten Lebak membersihkan dan mengangkut sampah serta lumpur penyebab banjir di 6 titik jalan pusat Kota Rangkasbitung.

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
Antisipasi Banjir, Petugas Angkut Sampah dan Lumpur di 6 Titik Drainase Pusat Kota Rangkasbitung
nurandi
Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak membersihkan dan mengangkut sampah dan lumpur penyebab banjir dan genangan air di 6 titik jalan pusat Kota Rangkasbitung.

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK- Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak membersihkan dan mengangkut sampah serta lumpur penyebab banjir di 6 titik drainase di jalan pusat Kota Rangkasbitung.

Upaya pembersihan saluran air atau drainase di 6 titik jalan itu di antaranya Jalan RT Hardiwinangun, Jalan Sunan Giri, Jalan Multatuli, Jalan Ki Maklum (Gang Kibun), Jalan Sunan Bonang, Jalan RA Kartini, dan di Jalan Letnan Muharam.

Pembersihan 6 titik jalan tersebut, karena rentan terjadi genangan air, karena drainase yang tersumbat karena banyaknya sampah.

Baca juga: FAKTA Wanita di Serang Bunuh Bayi Baru Lahir Lalu Buang di Tong Sampah, Ditinggal Pacar Kabur

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lebak, Hamdan Soleh, mengatakan, normalisasi sudah dilakukan pasca banjir pada bulan September lalu.

"Untuk normalisasi dilakukan di 6 titik jalan seluruh jaringan saluran air dalam kota yang rawan sekali terjadi genangan pasca diguyur hujan dengan intensitas tinggi," katanya saat dihubungi Tribun Banten.com, Senin (3/10/2022).

Dirinya menyebutkan normalisasi dan pengerukan lumpur tersebut sebagai bentuk mengembalikan fungsi dari drainase sebagai saluran air, sehingga tidak terjadi genangan air atau banjir pada jalan.

"Saat dilakukan pembersihan, lumpur dan sampah di angkut oleh belasan truk yang disediakan olah petugas di lapangan,"ujarnya.

Total sampah yang sudah diangkut mencapai 11 truk, karena banyaknya sampah dan lumpur yang dibersihkan.

Saat ini normalisasi akan terus dilakukan pada titik jalan Pusat Kota Rangkasbitung yang sering terjadi genangan setinggi 30 centimeter saat hujan dengan intensitas yang tinggi.

Hamdan menyampaikan normalisasi tersebut hanya baru dilakukan di beberapa titik jalan saja, masih ada lagi titik penyebab banjir lainnya.

Baca juga: Pemanfaat Sampah Jadi Pembangkit Listrik, DLH Ngaku Kota Cilegon Masih Kekurangan Sampah

"Normalisasi ini akan terus kami lakukan pada drainase yang banyak sampahnya dan tingginya sedimen lumpur," ucapnya.

Saat ini pihak DPUPR Lebak akan meminta bantuan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar tidak terjadi lagi penumpukan sampah.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved