Breaking News:

Investasi Rumah Subsidi di Serang Banten, Investor Asing Asal Singapura Kena Tipu Rp 53 Miliar

GWH investor asing asal Singapura ditipu sekitar Rp 53 miliar saat berinvestasi membangun rumah subsidi di daerah Kecamatan Curug, Kota Serang.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Ahmad Tajudin/TribunBanten.com
GWH investor asing asal Singapura ditipu sekitar Rp 53 miliar saat berinvestasi membangun rumah subsidi di daerah Kecamatan Curug, Kota Serang. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - GWH investor asing asal Singapura ditipu sekitar Rp 53 miliar saat berinvestasi membangun rumah subsidi di daerah Kecamatan Curug, Kota Serang.

Pemilik perusahaan PT. Global Jaya Property berniat untuk berinvestasi di wilayah Serang Banten melalui bisnis property yakni perumahan bersubsidi.

Berdasarkan informasi dari Kuasa Hukum PT. Global Jaya Property, Putri Maya Rumanti mengatakan, kasus penipuan itu terjadi sekitar tahun 2019-2020.

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon HUT Provinsi Banten ke-22, Cocok Dijadikan Foto Profil dan Update di Medsos

"Jadi klien kami ini investor asing seorang warga negara singapur, itu akan melakukan investasi di Banten, dengan membangun perumahan subsidi di sini," ujarnya kepada awak media saat di gedung Resmob, Polda Banten, Senin (3/10/2022).

Pada saat itu, klienya ditawarkan oleh oknum berinisial DJ untuk membeli lahan di wilayah Serang.

Menurut pelaku, masyarakat di sekitar lokasi sudah menyanggupi untuk menjual tanahnya.

Setelah mendnengar kabar tersebut, korban membuat perusahaan property dengan nama PT. Global Jaya Property.

Perusahaan tersebut dipimpin oleh keponakan korban bernama Rendy Kwantama.

"Karena kegunaannya untuk rumah (masyarakat,-red) merespon dengan baik dan objek tanah tersebut juga sebelumnya sudah dicek oleh klien kami," katanya.

Dijelaskan Putri, dalam kasus ini, pihaknya memiliki dua klien yang merupakan warga negara asing.

Salah satu dari kliennya tersebut, sempat datang ke Indonesia untuk mengecek dan melihat lokasi tanah di Kota Serang.

Dikarenakan kliennya saat itu percaya habis dengan terlapor, lantaran terlapor bisa berbahasa Mandarin.

Sehingga proses pembebasan lahan, administrasi perizinan dan lain sebagainya diatur oleh terlapor.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved