Breaking News:

Kasus Campak Ditemukan di Empat Kecamatan Kabupaten Serang, Dinkes Minta Orang Tua Imunisasi Anak

Kasus campak meluas hingga keempat kecamatan di Kabupaten Serang, Banten. Yaitu, Kecamatan Tirtayasa, Padarincang, Binuang, dan Jawilan.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Shutterstock
Ilustrasi Virus. Kasus campak meluas hingga keempat kecamatan di Kabupaten Serang, Banten. Yaitu, Kecamatan Tirtayasa, Padarincang, Binuang, dan Jawilan. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kasus campak meluas hingga keempat kecamatan di Kabupaten Serang, Banten.

Ini meluas dari sebelumnya yang hanya dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tirtayasa dan Kecamatan Padarincang.

Dua kecamatan baru teridentifikasi kasus campak, yaitu Kecamatan Binuang, dan Kecamatan Jawilan.

Baca juga: Dinkes Kabupaten Serang: Gejala Difteri & Campak Mirip Covid-19, Dapat Menyerang Anak dan Menular

"Penderita campak mayoritas didominasi anak-anak yang belum mendapat imunisasi dan imunisasi lengkap," kata Kepala Seksi (Kasi) Surveilans, Imunisasi dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Yeni Handayani saat dihubungi Tribun Banten.com, pada Selasa (4/10/2022).

Untuk jumlah kasus per tanggal 3 Oktober 2022 tercatat Tirtayasa ada 49 kasus di Desa Sujung dan Desa Samparwadi, Padarincang 38 kasus di Desa Batukuwung.

Untuk di Kecamatan Tirtayasa sebanyak 28 anak yang terkena campak tidak diimunisasi, 15 anak belum lengkap imunisasinya, dan delapan orang belum diketahui.

Baca juga: Ini Gejala Campak dan Difteri, Mirip Covid-19, Dinkes Kabupaten Serang: Bisa Menyerang Anak-anak

"Untuk yang hari ini saya belum liat lagi apakah ada penambahan atau tidak," katanya.

"Rata-rata usia 1 tahun sampai 4 tahun. Untuk di Padarincang sama banyak yang belum diimunisasi, kasus terbanyaknya usia 1 tahun sampai 4 tahun dan 5 tahun sampai 9 tahun," ungkapnya.

Adapun penanganannya, Dinkes melalui puskesmas telah melakukan pengobatan dan memberikan vitamin A dosis tinggi untuk yang sudah terkena sebanyak dua tablet dan untuk populasi risikonya tinggi satu tablet.

Pihaknya juga, melalui puskesmas di setiap kecamatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan melakukan outbreak response immunization (ORI).

"Campak ini menular hingga dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dan solusinya hanya bisa diobati dengan imunisasi," katanya.

Baca juga: Difteri dan Campak Masuk Kejadian Luar Biasa di Kabupaten Serang, Dinas Kesehatan Gencar Imunisasi

Sementara, untuk gejala awalnya yakni ada demam, ruam disetai batuk pilek dan mata merah, masa inkubasinya antara tujuh sampai 15 hari tapi rata-rata 10 hari.

Pihaknya juga, mengimbau kepada orang tua untuk membawa anaknya ke puskesmas jika mengalami gejala campak untuk dilakukan pengobatan.

Dan anaknya yang belum diimunisasi agar diberi imunisasi karena imunisasi paling efektif mencegah penularan penyakit seperti difteri, campak, dan tetanus.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved