Breaking News:

Jabatan Kapolda Jatim Didesak Dicopot Imbas Tragedi Kanjuruhan, Pengamat: 125 Orang Tewas Sia-sia

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta didesak dicopot buntut tewasnya ratusan penonton di Stadion Kanjuruhan Malang.

(Kolase Tribunnews)
Kolase foto Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Alfinta dan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Irjen Pol Nico Alfinta didesak dicopot buntut tewasnya ratusan penonton di Stadion Kanjuruhan Malang. Nico Afinta, jenderal bintang dua itu diminta bertanggung jawab akibat insiden tersebut. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta didesak dicopot buntut tewasnya ratusan penonton di Stadion Kanjuruhan Malang.

Hal ini menindaklanjuti sikap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit yang telah mencopot jabatan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat pada Senin (3/10/2022).

Sebelumnya, Irjen Pol Nico Afinta sempat tampil ke publik untuk menyampaikan permohonan maaf atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan itu.

Jenderal bintang dua itu meminta maaf karena ada kekurangan pada pengamanan di laga pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya Sabtu kemarin.

Atas insiden ini, pihaknya dan segenap jajaran termasuk panitia pelaksana (panpel) laga beserta PSSI akan melakukan evaluasi untuk ke depannya.

Evaluasi ini diharapkan bisa membuat pertandingan sepakbola menjadi aman dan nyaman.

Baca juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Diusir dari Wilayah Malang Sejauh 210 Km dan Didenda Rp 250 Juta

Usai Kapolres Malang, Aremania Juga Minta Kapolda Jatim Dicopot

Aremania meminta Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta untuk dicopot dari jabatannya.

Hal ini menindaklanjuti, setelah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit mencopot jabatan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat pada Senin (3/10/2022).

"Ya tuntutan kami akhirnya diijabahi, akhirnya Kapolres Malang, bersama dengan anggota Brimob dicopot," ucap Dadang Indarto, Aremania.

Meski demikian, Dadang mengatakan, bahwa mencopot jabatan, dan dipindah tugas bukanlah sebuah solusi.

Akan tetapi, penyebab kematian ratusan Aremania saat pertandingan Arema vs Persebaya juga harus diusut.

"Copot pindah tugas itu bukan solusi. Anehnya, kenapa aparat harus melakukan tindakan, sampai-sampai meregang nyawa Aremania," ujarnya.

Dadang menjelaskan, saat insiden terjadi, aparat menembakkan gas air mata secara serentak ke arah tribun ekonomi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved