Breaking News:

Gandeng RS Universitas Indonesia, Pemkab Lebak Berupaya Tangani Stunting di Baduy

Pemkab Lebak melalui Dinas Kesehatan Lebak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerjasama dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
nurandi
Pelayanan kesehatan di Baduy pada hari Rabu (5/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Universitas Indonesia dalam menangani kasus stunting di wilayah Suku Adat Baduy.

Program dan kerjasama tersebut, dilakukan dengan monitoring kesehatan kepada masyarakat terkhusus ibu hamil yang ada di wilayah Perkampungan Baduy tepatnya di area tugu masuk Kampung Baduy.

Pelayanan kesehatan juga diantaranya pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan tensi darah dan pemberian obat kepada masyarakat suku Baduy.

Baca juga: Stunting di Provinsi Banten, Tertinggi di Kabupaten Pandeglang Capai 37,8 Persen

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Lebak, Dr. Nurul mengatakan, penanganan stunting di wilayah suku adat Baduy perlu melibatkan semua pihak baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak swasta karena Stunting masalah bersama.

"Untuk penanganan Stunting di Baduy, perlu ada penanganan khusus dan melibatkan berbagai pihak dalam melakukannya," katanya saat dihubungi Tribun Banten.com, Kamis (6/10/2022).

Dirinya menyebutkan dengan ada kerjasama yang dilakukan pada Rabu (5/10/2022) diharapkan dapat menurunkan angka Stunting di Kabupaten Lebak.

"Jadi adanya MoU kemarin dengan RS UI, kita sambut baik karena ini memberikan jalan bagiamana semua pihak harus terlibat," ujarnya.

Pihak RS UI juga memberikan sebuah alat USG kepada Puskesmas Cisimeut dalam membantu pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Dimana alat yang telah diberikan tersebut dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan dan mengontrol ibu hamil.

Nurul meyampaikan para bidan di Baduy juga sudah dibekali bagaimana untuk mengoperasikan alat USG yang terhubung dengan dokter spesialis di RS UI.

Baca juga: Tekan Angka Stunting, BKKBN Banten dan Pemkab Lebak Luncurkan Program Jumat Serius

"Jadi dengan keberadaan alat tersebut, para bidan bisa menyambungkan sarana konsultasi bagi ibu hamil di kawasan adat Baduy," ujarnya.

Dirinya menambahkan dengan adanya alat tersebut, dapat mencegah terjadinya penyakit Stunting yang saat ini berkembang pada anak.

Baca juga: Mako Lanal Banten Berkolaborasi dengan BKKBN Banten Turunkan Angka Stunting 

Menurut wilayah Baduy sendiri daerah khusus jadi penanganannya harus sesuai dengan aturan adat yang ada disana.

"Jadi ada aturan yang tidak boleh dilanggar, jadi kita harus menyesuaikan dalam mencegah keberadaan Stunting di wilayah perkampungan Baduy," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved