Series 'Sang Soerya', Kisah William Soeryadjaya Bakal Diangkat ke Layar Lebar Desember 2022
Kisah William Soerdjadjaja, pengusaha keturunan Tionghoa akan diangkat ke layar lebar melalui Series 'Sang Soerya' yang tayang pada Desember 2022
TRIBUNBANTEN.COM - Kisah William Soerdjadjaja, pengusaha keturunan Tionghoa akan diangkat ke layar lebar melalui Series 'Sang Soerya' yang tayang pada
Desember 2022
"Kita punya cerita luar biasa, tentang perjuangan orang-orang dulu yang berusaha mulai dari awal, lalu menjadi orang sukses," tutur Peter F Gontha, pada Senin (10/10/2022).
Baca juga: 4 Rekomendasi Film Bertema Perjuangan Pemuda, Cocok Ditonton saat Peringatan Sumpah Pemuda
Mini series Sang Soerya akan dibagi menjadi 10 season. Masing-masing season nanti, lanjut dia terdiri dari 12 episode dengan tema berbeda.
Menurut Peter, pada season perdana, menceritakan tentang warga China yang melakukan perantauan ke sejumlah negara, salah satunya Indonesia.
Dengan menaiki kapal, terombang-ambing di laut lepas, mereka akhirnya selamat sampai di Cirebon, dan juga Majalengka.
Ini adalah generasi pertama warga Tionghoa yang merantau di Indonesia. Mereka bekerja sebagai buruh di perkebunan kopi, karet, sawit, ada juga di pertambangan.
Setelah turun temurun, generasi kedua warga Tionghoa tak lagi jadi buruh, tapi buka usaha pengangkutan hasil perkebunan.
Dan generasi ketiga sekarang yang sudah menjadi warga negara Indonesia juga, banyak yang telah sukses.
William Soeryadjaya, salah satu contoh pengusaha sukses berkat perusahaannya yang telah menggurita, yaitu PT Astra Internasional.
"Kami ingin memberikan pelajaran-pelajaran yang berharga seperti ini melalui karya film," ujarnya.
Baca juga: CATAT, Jadwal Tayang One Piece Film: Red di Bioskop, Dimulai 21 September 2022
Atas dasar itu, Peter F Gontha, mengaku perlu mengangkat William Soeryadjaya melalui mini series, supaya meni inspirasi masyarakat.
"Kami ingin memberikan tontonan yang mendidik. Kalau melihat tayangan sinetron di Indonesia, kebanyakan seputar rumah sakit, adegan menangis, selingkuh. Itu-itu saja yang ditampilkan. Nah, saat ini perlu ada film atau mini series yang sifatnya mendidik, itu ada di Sang Soerya," ujarnya.
Untuk mengangkat kisah ini, kru membutuhkan waktu selama enam bulan untuk melakukan riset. Untuk mendanai pembuatan mini series tersebut, akan diambilkan dari hasil penjualan NFT (Non-Fungible Token) melalui platform Trinvi. Terdapat 10.062 yang dijual dan sampai kini sudah mencapai 30 persen penjualannya.
"Jadi kita punya biografi dari William Soeryadjaya. Dalam serial ini banyak drama yang kita karang. Tapi, inti ceritanya tetap masih ada di sini. Beberapa mungkin didramatisir," kata dia.
Mengenai apakah mini series akan ditayangkan di bioskop, pihaknya masih akan melihat perkembangan ke depan.
"Kalau di bioskop, layar lebar dari 120 episode bisa dijadikan dua jam. Tapi nanti lihat dulu perkembangannya," tambahnya.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Foto-William-Soerdjadjaja-dan-Prof-Sumitro-Djojohadikusumo.jpg)