Breaking News:

Niat "Ngebor" Air Bersih di Kedalaman, Warga Kabupaten Tangerang Kaget yang Keluar Lumpur-Minyak

Sebuah sumur di Kabupaten Tangerang mengeluarkan zat yang diduga adalah gas, lumpur, dan minyak beracun.

Editor: Ahmad Haris
Dok. BPBD Kabupaten Tangerang.
KIRI: Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir bersama personel BPBD Kabupaten Tangerang Liannya. KANAN: Sebuah sumur bor di Kabupaten Tangerang yang mengeluarkan zat yang diduga adalah gas, lumpur, dan minyak beracun. 

TRIBUNBANTEN.COM - Berawal ingin mencari sumber air bersih dengan cara ngebor di kedalaman tanah, warga Kampung Kebon Kelapa, Desa Pekayon, Kabupaten Tangerang dikagetkan dengan keluarnya zat yang diduga adalah gas, lumpur, dan minyak beracun.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir mengatakan, sumur itu dibor oleh salah seorang warga di Kampung Kebon Kelapa untuk mendapatkan air bersih.

Akan tetapi, tiba-tiba saja dari dalam pipa di permukaan keluar secara deras lumpur bercampur minyak.

Baca juga: Banjir Surut, Warga di Lebak Banten Mulai Bersihkan Rumah dari Lumpur

BPBD Kabupaten Tangerang pun memastikan sumur yang diduga mengandung gas dan minyak itu sudah ditutup rapat.

"Betul tadi kita pastikan sumur yang diduga mengandung gas dan minyak, sudah ditutup oleh warga menggunakan batu split dan pasir sehingga air dalam sumur tidak keluar lagi," kata Abdul Munir dalam keterangannya, Senin (17/10/2022).

Ia mengarahkan, warga supaya sumur tersebut ditutup secara permanen menggunakan semen.

Kemudian mengarahkan pengeboran air di tempat yang lain.

"Warga juga sebenarnya khawatir lumpur yang keluar seperti fenomena lumpur di Jawa Timur, Lapindo. Karena itu sumur ditutup," kata Munir.

Terkait persoalan tersebut, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang.

Sebab, tanah daerah tersebut rupanya memang mengandung minyak walau jumlahnya tidak melimpah.

"Dari asesment sebelum-sebelumnya memang daerah tersebut tanahnya mengandung minyak. Walau memang tidak banyak," papar Munir.

Kronologi awal, warga tengah mengebor tanah untum mencari sumber air bersih.

Awalnya titik tersebut sudah dilakukan pengeboran tanah sedalam delapan meter.

Akan tetapi, air yang keluar kotor sehingga, warga inisiatif menambah kedalaman menjadi 10 meter.

Baca juga: Gara-gara Korsleting Listrik, 20 Kontrakan di Kabupaten Tangerang Ludes Terbakar Api

Pada saat pengeboran semakin dalam, tiba-tiba sumber air tidak terkendali keluar dari dalam lubang pengeboran disertai bau gas yang menyengat

Terdapat pula kandungan minyak dan menyembur sampai satu meter.

"Untuk pastinya jenis zat kandungan itu belum diketahui persis karena sampelnya masih diperiksa," pungkas Munir.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved