Breaking News:

Cerita Guru Honorer di Bengkulu, 32 Tahun Ngabdi Baru Diangkat PPPK Jelang Pensiun: Gaji Rp 1,9 Juta

Hasyim (59), menceritakan pengalaman sebagai guru honorer di Bengkulu. Hasyim telah bekerja sebagai guru honorer di Bengkulu selama 32 tahun

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Ilustrasi sekolah. Hasyim (59), menceritakan pengalaman sebagai guru honorer di Bengkulu. Hasyim telah bekerja sebagai guru honorer di Bengkulu selama 32 tahun 

TRIBUNBANTEN.COM - Hasyim (59), menceritakan pengalaman sebagai guru honorer di Bengkulu.

Hasyim telah bekerja sebagai guru honorer di Bengkulu selama 32 tahun

Namun selama 32 tahun itu, Hasyim tak kunjung diangkat sebagai ASN.

Hingga akhirnya tinggal sisa enam bulan masa pengabdian, Hasyim dinyatakan lulus seleksi Passing Grade (PG) Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja ( PPPK) 2021.

"Sudah 32 tahun (menjadi guru honorer), kurang lebih 6 bulan lagi saya pensiun," kata Hasyim, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (19/10/2022).

Baca juga: Terdata 2.215.542 Tenaga Non-ASN, Ini 3 Opsi terkait Tenaga Honorer yang Membuat Menpan RB Dilema

Akan tetapi, sampai saat ini, Hasyim tak kunjung mendapat kejelasan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengenai pengangkatannya menjadi PPPK.

"Saya ini sudah 19 kali ikut tes untuk diangkat PNS (Pegawai Negeri Sipil), sampai lulus PG PPPK lalu," ujar Hasyim.

Hasyim yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMKS 15 Taruna, Padang Serai, Kota Bengkulu, mengatakan bahwa gaji yang diterimanya sekarang terbilang kecil, apalagi di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

"Gaji sekarang ditambah tunjangan kepala sekolah itu sekira Rp 1,9 juta. Meskipun angka itu minim untuk mencukupi, tapi alhamdulillah ada saja rezekinya," ucap Hasyim.

Hasyim menjelaskan, tak mudah baginya untuk dapat lulus PG PPPK.

Dia mengaku harus belajar soal teknologi mengingat tes yang diikutinya menggunakan sistem komputerisasi.

Dia mengisahkan, kariernya dimulai sebagai pengajar di SMP SMA Gama, kemudian pada tahun 2001, dia menjadi tenaga pendidik di SMP Jagakarsa, Sawah Lebar, Kota Bengkulu.

Selanjutnya, pada tahun 2009, Hasyim mulai mengajar di SMA Budi Mulia.

Di sekolah inilah Hasyim dipercaya sebagai kepala sekolah selama dua periode.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved