Breaking News:

Masuki Musim Penghujan, BMKG Serang Warning Warga Pesisir Pantai Cilegon Soal Cuaca Ekstrem

Memasuki musim penghujan BMKG Stasiun Serang memperingatkan warga Pesisir Pantai Cilegon akan cuaca ekstrem yang dapat timbulkan bencana alam.

Penulis: Sopian Sauri | Editor: Abdul Rosid
Sopian Sauri/TribunBanten.com
Memasuki musim penghujan BMKG Stasiun Serang memperingatkan warga Pesisir Pantai Cilegon akan cuaca ekstrem yang dapat timbulkan bencana alam. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Memasuki musim penghujan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Serang memperingatkan warga Pesisir Pantai Cilegon akan cuaca ekstrem.

Kepala BMKG Stasiun Serang Muhammad Nur Huda mengatakan, cuaca ekstrem di pesisir Pantai Cilegon patut diwaspadai lantaran bisa menimbulkan bencana alam.

Nur menjelaskan, saat kondisi cuaca ekstrem terjadi, bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, hujan lebat, hingga puting beliung sangat besar potensinya.

Baca juga: Banjir dan Longsor di Lebak Banten, Warga: Bencana karena Korupsi dan Keserekahan Manusia

"Yang perlu diwaspadai wilayah Cilegon khususnya ini hampir semuanya bencana hidrometeorologi, karena di situ ada angin kencang hujan lebat, petir kemudian puting beliung," kata Nur saat menghadiri acara kegiatan geladi kesiapsiagaan terhadap bencana di Kota Cilegon, Jumat (21/10/2022).

"Di samping itu juga wilayah pantainya. Nanti kalau jika terjadi tsunami itu perlu kewaspadaan kita bersama," sambungnya.

"Jadi ini yang perlu masyarakat tahu di wilayah Cilegon khususnya ini potensi bencana alam sangat sangat besar," tambahnya.

Huda mengatakan, adapun puncak cuaca ekstrem terjadi di bulan Desember 2022 sampai Januari 2023 mendatang.

Dikatakan Huda, peringatan cuaca ekstrem saat ini tidak terlalu tinggi jika dibandingkan pada hasil pengamatan di bulan November-Desember hingga awal tahun 2023.

Selain itu juga, kata Huda, cuaca ekstram akan berpengaruh terhadap ketinggian gelombang laut dan tentunya aktivitas pelayaran akan terdampak.

“Karena disitulah pertumbuhan-pertumbuhan awan yang memicu cuaca ekstrem yang nanti akan mempengaruhi tingginya gelombang, itu akan berpengaruh terhadap pelayaran dan juga nelayan,” jelasnya.

Dirinya menghimbau kepada Nelayan atapun industri pelayaran agar selalu waspada dan siapsiaga pada saat akan berlayar.

"Perhatikan informasi- informasi dari BMKG terkait gelombang angin yang akan terjadi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved