Breaking News:

Simbol Kebersamaan, Bupati Iti Makan Nasi Liwet Bareng Santri, "Alhamdulillah Saya Geh Sebeh!"

Murak Liwet merupakan tradisi atau budaya santri yang dilakukan oleh para santri yang ada di Kabupaten Lebak atau daerah lainnya.

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Nurandi
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya (duduk, kerudung putih) saat mengikuti acara Murak Liwet dalam puncak Festival Hari Santri Tingkat Kabupaten Lebak, Sabtu (22/10/22). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Puncak peringatan Festival Hari Santri di Kabupaten Lebak dimeriahkan dengan acara Murak Liwet.

Dalam acara tersebut, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya ikut acara Murak Liwet atau makan nasi liwet bersama.

Murak Liwet merupakan tradisi atau budaya santri yang dilakukan oleh para santri, yang ada di Kabupaten Lebak atau daerah lainnya.

Bupati menyampaikan saat mengikuti acara murak liwet bersama santri dan santriwati di Lebak, dirinya ikut senang dan kenyang.

"Alhamdulillah saya geh sebeh, karena tadi, itu adalah budaya santri yang selalu dilakukan di setiap pondok pesantren," katanya ditemui TribunBanten.com usai acara, Sabtu (22/10/2022).

Dirinya menyebutkan, murak liwet merupakan budaya yang harus dilestarikan dalam menjaga kebersamaan.

"Ngaliwet bareng dan kokobok bareng. Jadi budaya ini adalah budaya yang cukup baik, jadi ini adalah simbol kebersamaan," ujarnya.

Festival Hari Santri tingkat Kabupaten Lebak diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, bekerjasama dengan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren atau FSPP Kabupaten Lebak dan unsur pendukung lainnya.

Peringatan Festival Hari Santri tingkat Kabupaten Lebak diselenggarakan dari tanggal 22 Oktober hingga 22 Oktober 2022, yang diikuti ribuan santri dan masyarakat di seluruh Kabupaten Lebak.

Kegiatan yang dihelat pada puncak peringatan hari santri, di antaranya murak liwet, pawai para Ssntri, marawis, bazar dan acara lainnya.

Iti juga menyampaikan, budaya murak liwet yang diselenggarakan merupakan bentuk persatuan masyarakat Kabupaten Lebak.

"Jadi tidak membedakan kasta dan golongan serta lain sebagainya, jadi bersatu bersama seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Lebak, bukan hanya santri tetapi kita juga pejabatnya ikut kesana," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved