Breaking News:

Ratusan Vial Obat Gangguan Ginjal Akut akan Didatangkan dari Jepang dan Amerika: Gratis bagi Pasien

Obat antidotum atau fomepizole gratis bagi pasien gangguan ginjal akut akan didatangkan dari Jepang dan Amerika.

Editor: Vega Dhini
Ilustrasi/Net
Ilustrasi - Organ ginjal. Pemerintah akan mendatangkan obat antidotum atau fomepizole untuk gangguan ginjal akut di Indonesia. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kasus gangguan ginjal akut di Indonesia kini masih menjadi perhatian pemerintah.

Ratusan vial obat antidotum atau fomepizole akan didatangkan.

Obat antidotum atau fomepizole ini untuk menangani gangguan ginjal akut.

Ilustrasi - Ginjal.
Ilustrasi - Ginjal. (Pixabay)

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan akan mendatangkan obat tersebut dari Jepang dan Amerika.

"Selanjutnya (pemerintah) akan mendatangkan ratusan vial obat antidotum dari Jepang dan Amerika, total ada 200 vial," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Selasa (25/10/2022).

Sebelumnya, pemerintah telah mendatangkan obat antidotum dari Singapura sebanyak 26 vial dan dari Australia sejumlah 16 vial.

Baca juga: Kasus Gangguan Ginjal Akut di Banten, Dinas Kesehatan Siapkan 23 Rumah Sakit Tipe B

Lebih lanjut, Syahril mengatakan jika obat ini akan segera didistribusikan ke rumah sakit rujukan pemerintah di seluruh Indonesia.

Ia pun menyebutkan jika pemberian obat pada pasien tidak bayar atau gratis.

"Dan obat ini gratis tidak berbayar bagi pasien," pungkasnya.

Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut di Banten, Berikut Daftar 23 Rumah Sakit Rujukan

Update Kasus Gangguan Ginjal Akut, Kini Tercatat 255 Pasien Tersebar di 26 Provinsi

Kementerian Kesehatan umumkan terhitung Senin (24/10/2022), terdapat 255 kasus gangguan ginjal akut pada anak di Indonesia yang berasal dari 26 provinsi.

Angka kematian mencapai 143 kasus atau tingkat fatality rate sekitar 56 persen.

Juru bicara Kementerian Kesehatan dr Syahril menyebutkan dari data tersebut, terdapat 10 kasus dan dua kematian bukan kasus baru.

"Ada penambahan 10 kasus dan kasus kematian 2 orang. Namun penambahan tersebut kasus yang lama terlambat di bulan September dan awal Oktober 2022,"ungkapnya pada konferensi pers virtual, Selasa (25/10/2022).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH (Tangkap layar)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved