Buku di Perpustakan Kabupaten Serang Perlu Diperbaharui, DPKD Ajukan Bentuk Ebook

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang akan melakukan pembaharuan terhadap koleksi 1.100 buku.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Ilustrasi perpustakaan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang akan melakukan pembaharuan terhadap koleksi 1.100 buku. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang akan melakukan pembaharuan terhadap koleksi 1.100 buku.

Upaya pembaharuan koleksi buku itu dilakukan karena kondisi buku sudah usang dan tidak layak pakai.

"Sebenarnya buku itu ilmunya tidak ada yang usang atau perlu diperbaharui. Hanya ini kondisi buku saja yang harus diperbaharui," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Aber Nurhadi, kepada TribunBanten.com, Selasa (25/10/2022).

Baca juga: Sosok Presiden Indonesia yang Terlupakan, Jarang Ditulis di Buku Sejarah, Salah Satunya dari Banten

Dari koleksi 1.100 buku itu, kata dia, sekitar 10 sampai 15 persen harus diperbaharui.

Aber Nurhadi mengaku telah mengajukan untuk pembaharuan buku dalam bentuk e-Book untuk di 2023.

Menurutnya hal ini juga mengikuti perkembangan teknologi, dan agar masyarakat dapat lebih mudah dalam mengakses.

Baca juga: Hotel Banten: 5 Rekomendasi Penginapan Terbaik di Kawasan Wisata Anyer-Cinangka

"Iya mudah-mudahan dapat trealisasi, satu-satu kita wujudkanlah," katanya.

Aber juga mengatakan bahwa saat ini untuk akreditasi perpustakan Kabupaten Serang masih terakreditasi C.

Menurutnya hal ini juga dikarenakan infrakstruktur yang tidak memadai dan tidak memberi tempat bacaan secara nyaman.

"Dan kami sedang berupaya, bagaimana strategi agar perpustakaan ini dapat aktif kembali," katanya.

Pihaknya juga mengatakan, dari media sosial mulai diaktifkan kembali untuk mengenalkan dimana lokasi perpustakan.

Baca juga: Semarak Hari Listrik Nasional ke-77, YBM PLN UID Banten Donorkan 77 Kantong Darah

Karena kata Aber, untuk kujungan saja dalam sehari paling banyak dua orang, bahkan paling sering tidak ada pengujung sama sekali.

"Terus terang memang masih banyak masyarakat yang belum tau, maka medsos diaktifkan kembali agar dapat dikenali," katanya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved