UPDATE Gunung Anak Krakatau: Empat Kali Erupsi pada Selasa kemarin, Lontarkan Abu Vulkanik 150 Meter
Aktivitas di Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali meningkat ditandai terjadinya empat kali letusan pada, Selasa (25/10/2022).
Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Aktivitas di Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali meningkat ditandai terjadinya empat kali letusan pada, Selasa (25/10/2022).
Berdasarkan laporan dari Kementerian ESDM, erupsi pertama terjadi pada Selasa pukul 07.27 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 meter di atas puncak atau 357 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 21 detik.
Baca juga: 4 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga pada September 2022, Salah Satunya Gunung Anak Krakatau
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api itu melontarkan kolom abu vulkanik setinggi lebih kurang 150 meter, pada Selasa pukul 17.57 WIB dan 21.11 WIB.
Ketika erupsi pada Selasa pukul 17.57 WIB, kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 milimeter (mm) dengan durasi 32 detik.
Baca juga: Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau Setelah 2 Kali Gempa Tektonik karena Pergeseran Lempengan Bumi
Sementara erupsi yang terjadi pada pukul 21.11 WIB, teramati kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur.
Erupsi itu terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm dengan durasi 47 detik.
Dan di pagi harinya pada Rabu (26/10/2022) pukul 06.00 WIB, GAK mengalami gempa tremor sebanyak satu kali, dengan amplitudo 1-7 mm.
Kini GAK tertutup kabut dan asap kawah tidak teramat.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Petugas Sebut Masih dalam Kondisi Aman
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada status Level III atau siaga.
PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, ataupun pendaki tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif gunung api itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/gunung-anak-krakatau-erupsi-lagi.jpg)