Breaking News:

Festival Seni Multatuli 2022, Bupati Lebak: Jaga Warisan Budaya dan Kearifan Lokal Masyarakat

Festival Seni Multatuli 2022 ditutup penampilan budaya kesenian Beluk Saman dan penampilan musik dari Buhuna Sora.

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
nurandi
Festival Seni Multatuli 2022 ditutup penampilan budaya kesenian Beluk Saman dan penampilan musik dari Buhuna Sora. Festival Senin Multatuli 2022 digelar di Alun-alun Rangkasbitung pada 4-5 November 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Festival Seni Multatuli 2022 ditutup penampilan budaya kesenian Beluk Saman dan penampilan musik dari Buhuna Sora.

Festival Senin Multatuli 2022 digelar di Alun-alun Rangkasbitung pada 4-5 November 2022.

Festival Seni Multatuli 2022 mengangkat tema "Sora Karuhun" yang diartikan dan dimaksudkan mengetengahkan ekspresi seni dan budaya di wilayah masyarakat kasepuhan adat Banten Kidul.

Baca juga: Ditinggal Pergi, Rumah Janda di Cihara Lebak Ludes Terbakar

"Jadi ini adalah bentuk upaya kita dalam menjaga dan adat kebudayaan kabupaten Lebak, Ini adalah khazanah bagi bagi kabupaten Lebak," kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, saat berada di Alun-alun Rangkasbitung, Sabtu (5/11/2022).

Dirinya menyebutkan penampilan budaya pada FSM 2022, merupakan bagian dalam Visi wisata Pemkab Lebak, yakni " Lebak Sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal".

"Ini adalah bukan hanya tontonan tetapi tuntutan bagi kita semua, saya sangat mengapresiasi hingga saat ini budaya-budaya yang ada di Lebak masih terus dilestarikan," ucapnya.

Puncak penutupan dimulai pukul 20.00 WIB, dengan penampilan Belekuk Saman, yang merupakan budaya dan tradisi lokal dari Lebak.

Setelah Belekuk Saman, disambung lagi dengan penampilan musik dari Buhuna Sora, yang menampilkan perpaduan alat musik tradisional Lebak dan alat modern saaat ini.

FSM 2022 bukan hanya menampilkan budaya tetapi ada juga pameran UMKM yakni kerajinan dan kuliner khas Kabupaten Lebak.

Imam Rismahayadin Kepala Disbudpar Lebak, mengatakan, FSM 2022 merupakan kelanjutan dari FSM 2021.

Baca juga: Pupuk untuk Petani Langka, Ketua KTNA Lebak ungkap Terbatasnya Anggaran dan Kemampuan Pemerintah

"Pada FSM 2021 mengambil tema "Tunggul Buhun", tujuannya agar semua yang kita masih hidup tidak melupakan jati diri asal muasal kita," ujarnya pada acara FSM 2022.

Dirinya menambahkan FSM tahun 2022 ini, kita akan menampilkan budaya dan lainnya. Tujuannya untuk melestarikan adat budaya Kabupaten Lebak.

"Sora Karuhun, untuk melestarikan budaya, yang ada di Kabupaten Lebak. Salah satu dari budaya dan pertunjukan yang ditampilkan untuk mempertahankan adat istiadat dan budaya di Lebak," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved