Breaking News:

Ibu Hamil di Banten Ditandu Pakai Kain Sarung Akibat Jalan Rusak, Berbekal Senter Terobos Malam

Seorang ibu hamil di Banten ditandu menggunakan kain sarung. Ibu hamil di Banten itu dikawal sejumlah warga menggunakan senter untuk menerobos malam

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
Ibu Hamil di Banten Ditandu Pakai Kain Sarung Akibat Jalan Rusak, Berbekal Senter Terobos Malam
tangkapan layar video warga
Warga saat ditandu pasca-melahirkan di salah satu rumah sakit di Serang, Minggu (6/11/2022).

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Seorang ibu hamil di Kabupaten Pandeglang, Banten, ditandu menggunakan kain sarung.

Ibu hamil di Banten itu dikawal sejumlah warga menggunakan senter untuk menerobos gelap malam.

Sukminah (35), ibu hamil di Banten, harus ditandu menggunakan kain sarung untuk
menjalani operasi sesar di salah satu Rumah Sakit Otika Medika di Kabupaten Serang, pada Minggu (6/11/2022) sekitar pukul 22.15 WIB hingga dini hari.

Baca juga: Dewi Perssik Dituding Pernah Hamil, Mak Vera Bongkar Sifat Asli Depe Lewat Surat Terbaru: Aku Saksi

Warga berbekal senter menerobos gelap malam membuat alat tandu sederhana yang terbuat dari kain sarung serta bambu membawa Sukminah yang tebaring lemah pasca melahirkan.

Ini bukan insiden pertama.

Sebelumnya, kejadian yang sama dialami Asmariah warga Desa Leuwibalang, Jumat (29/10/2022).

Dia hendak melahirkan dan harus ditandu sejauh 1 kilometer.

Angga Permana, warga Desa Leuwibalang sekaligus anggota Badan Permusyawaratan Desa Leuwibalang mengatakan dalam kejadian tersebut warga harus menandu Sukminah sejauh 5 kilometer.

"Kalau Ibu Sukminah ini, digotongnya di pertigaan jalan, mau arah ke Desa Leuwibalang yang jaraknya sekitar 5 kilometer, jaraknya cukup jauh," katanya saat dihubungi Tribun Banten.com, Senin (7/11/2022).

Dirinya menyebutkan kenapa warga menandu, karena akses jalan yang tidak bisa di lalui kendaraan roda empat atau mobil.

"Jadi akses jalannya yang sulit di lalui, sehingga warga harus menandu dengan alat seadanya," ujarnya.

Baca juga: Lesti Kejora Dikabarkan Hamil Anak Kedua, Ayah Rizky Billar Buka Suara: Itu Kan Pemberian Tuhan

Bagi masyarakat Desa Leuwibalang, warga yang ditandu merupakan hal biasa karena sudah sering terjadi, setiap ada ibu hamil yang melahirkan pasti akan ditandu.

Akses jalan desa yang rusak, menjadi faktor utama yang menyebabkan warga harus menandu dengan jarak yang jauh.

Sementara Arman warga Desa Leuwibalang sekaligus yang ikut membantu menandu mengatakan, dirinya harus menempuh perjalanan yang cukup lama.

"Habis lahiran di sesar dari rumah sakit di Serang kemudian di tandu sepanjang lima kilo lebih jangka waktu dua jam di perjalanan dari jalan ujung cor ke Kampung Sawah, Desa Leuwibalang wibalang," katanya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Dirinya menyebutkan saat di perjalanan juga, jalan dalam kondisi becek karena pasca di guyur hujan deras di wilayah tersebut.

"Karena kan jalan yang becek dan berlubang. Sepanjang lima kilo lebih kami harus menandu," ucapnya.

Sukminah melahirkan dengan selamat di Serang, tiba di rumah pukul 00.30 WIB, bayi yang di lahirkan dengan jenis kelamin perempuan itu lahir dengan sehat.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved