Breaking News:

Cegah Gagal Ginjal Akut, Apotek Penjualan Obat Sirup di Kota Tangerang Diawasi Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melakukan inspeksi mendadak di apotek di Karawaci, Kota Tangerang, untuk mengawasi perdagangan obat situp.

Editor: Ahmad Haris
TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro
Petugas Dinas Kesehatan Kota Tangerang melakukan inspeksi mendadak di apotek di Karawaci, Kota Tangerang, Selasa (8/11/2022). Pengawasan ini dilakukan terkait peredaran obat sirup yang dilarang pemerintah. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pengawasan peredaran obat sirup dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang

Belum lama ini Dinas Kesehatan Kota Tangerang menggelar sidak obat sirup terlarang, di sejumlah apotek di Karawaci, Kota Tangerang.

Hal itu dilakukan sesuai peraturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yaitu untuk mencegah terjadi kasus gagal ginjal akut di masyarakat.

Baca juga: 3 Perusahaan Farmasi Diperiksa Terkait Kasus Gagal Ginjal, BPOM Rilis Merek Obat Sirop Berbahaya

Hal itu dikemukakan oleh Sub Koordinator Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Kota Tangerang, Maritha Nilawati.

Ia mengatakan, sidak itu dilakukan untuk memastikan obat sirop yang dilarang beredar, sudah dikembalikan ke distributor atau dikarantina, dan tidak diperjualbelikan.

"Untuk obat sirop, sesuai dari Kemenkes ada 198 yang bisa dijual, namun untuk obat-obatan yang memang sudah dilarang akan dihentikan dari distribusinya," ujar Maritha Nilawati, Senin (7/11/2022).

"Kami akan pastikan obat sirup yang dilarang itu sudah dikembalikan, kalaupun belum dikembalikan sudah dikarantina untuk dikembalikan, kami tunggu itu, karena yang berhak untuk menarik itu dari distributornya," ujarnya.

Maritha menerangkan, hingga saat ini baru ada tujuh obat dari tiga produsen yang dipastikan tidak boleh diperjualbelikan sesuai edaran Kemenkes RI.

Obat sirup tersebut yakni Unibebi Cough Syrup, Unibebi Demam Drop, Unibebi Demam Sirup, Flurin DMP, Vipcol Sirup dan Paracetamol sirup dan drops.

"Kami masih menunggu rilis dari Kemenkes apakah ada obat-obatan baru yang dilarang," kata dia.

Dia mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat membeli obat sirup, khususnya obat sirup yang diberikan kepada anak-anak.

Apabila membutuhkan obat-obatan, disarankan untuk langsung mengunjungi fasilitas layanan kesehatan agar mendapatkan resep obat sesuai.

"Bagi masyarakat Kota Tangerang, diimbau untuk berhati-hati dalam membeli obat-obatan," ucapnya.

"Lebih baik untuk berobat langsung ke fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit agar mendapatkan resep obat yang sesuai," kata Maritha Nilawati.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved