Breaking News:

Ibu Hamil di Pandeglang Banten Terpaksa Ditandu ke RS Lewati Jalan Rusak, Begini Penjelasan Pemkab

Sejumlah ibu hamil di Desa Leuwibalang, Pandeglang, Banten, terpaksa ditandu jika hendak melahirkan di rumah sakit. Ini karena kondisi jalan rusak

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
Ibu Hamil di Pandeglang Banten Terpaksa Ditandu ke RS Lewati Jalan Rusak, Begini Penjelasan Pemkab
istimewa
Warga saat ditandu pasca melahirkan di salah satu rumah sakit di Serang pada hari Minggu 6 November 2022. Sejumlah ibu hamil di Desa Leuwibalang, Pandeglang, Banten, terpaksa ditandu jika hendak melahirkan di rumah sakit. Ini karena kondisi jalan rusak

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Sejumlah ibu hamil di Desa Leuwibalang, Pandeglang, Banten, terpaksa ditandu jika hendak melahirkan di rumah sakit. Ini karena kondisi jalan yang rusak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pandeglang, Asep Rahmat, mengatakan status jalan di Desa Leuwibalang tidak masuk data jaringan jalan kabupaten.

Baca juga: Ibu Hamil di Banten Ditandu Pakai Kain Sarung Akibat Jalan Rusak, Berbekal Senter Terobos Malam

"Kalau jalan kabupaten itu, ada database nya, jaringan jalan kabupaten. Kita punya jalan kabupaten sepanjang, 723,03 kilometer. Nah itu sesuai ketentuan melalui keputusan bupati," katanya saat dihubungi Tribun Banten.com, Selasa (8/11/2022).

"Setelah saya cek dengan temen-temen, rembukan dari awal, sesuai SK keputusan Bupati, tidak ada Desa Leuwibalang. Jadi memang tidak ada jalan Desa Leuwibalang itu, masuk jalan kabupaten," ujarnya.

Sebelumnya jalan Desa Leuwibalang terakhir di bangun pada tahun 2018, oleh Direktorat Jendral Bina Marga dari Kementerian PUPR.

Tetapi pembangunan jalan tersebut tidak seluruhnya, sehingga jalan yang rusak saat ini menyebabkan warga kesulitan, karena aksesnya yang sulit dilalui kendaraan roda dua dan empat.

Menurut Asep kenapa jalan tersebut disangka jalan kabupaten oleh masyarakat, karena pada tahun 2018 penanganan jalan desa.

"Karena kami 2018 memang menangani jalan desa, karena ada perintah dari pimpinan, jadi kami tangani. Mungkin masyarakat, karena pernah di tangani oleh Bina Marga, disangka jalan kabupaten," katanya.

Melihat kondisi di Desa Leuwibalang, DPUPR Pandeglang akan segera melakukan cek lapangan terkait kondisi jalan di Desa Leuwibalang.

Baca juga: Suami di Bali Aniaya Istri yang Hamil Hingga Tewas, Korban Dicekik lalu Digorok Pakai Golok

DPUPR Pandeglang juga saat ini akan menindaklanjuti dan melakukan survei untuk pembangunan jalan di Desa Leuwibalang.

"Tetap akan kami cek, walaupun begitu tetap akan kami tindak lanjuti. Kami akan survei oleh Tim PUPR," ujar Asep Rahmat.

Dirinya menanambahkan setelah melakukan survei baru pihaknya, akan menindaklanjuti untuk pembangunannya.

"Kami juga akan menindaklanjuti laporan dari hasil survei itu seperti apa," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved