Breaking News:

4 Hari Lagi Masa Penahanan Habis, Nikita Mirzani Curhat Sempat Merasa Diperlakukan Seperti Teroris

Saat menjalani perawatan di rumah sakit, Nikita Mirzani dijaga ketat oleh petugas kepolisian. Ia pun merasa seperti narapidana teroris.

Kolase TribunBanten.com
Saat menjalani perawatan di rumah sakit, Nikita Mirzani dijaga ketat oleh petugas kepolisian. Hal itu membuat Nikita Mirzani tak habis pikir lantaran merasa seperti narapidana teroris. 

TRIBUNBANTEN.COM - Masa penahanan pertama Nikita Mirzani akan segera berakhir pada 13 November 2022 mendatang.

Diketahui, Nikita Mirzani ditahan selama 20 hari di Rutan Kelas II B Serang, Banten,  sejak Selasa, 25 Oktober 2022.

Nikita Mirzani pun  sempat dirawat sehari di RS Bhayangkara Serang karena mengalami sakit di tulang punggung.

Saat menjalani perawatan di rumah sakit, Nikita Mirzani dijaga ketat oleh petugas kepolisian.

Hal itu membuat Nikita Mirzani tak habis pikir lantaran merasa seperti narapidana teroris.

Baca juga: Nikita Mirzani Disidang pada 14 November 2022, Berkas Dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Serang

Oleh karena itu, artis kontroversional ini meminta untuk kembali ke rutan lantaran tak betah dengan banyaknya penjagaan dari pihak kepolisian.

“Dia merasa terpenjara kalau di rumah sakit,” ucap kuasa hukum Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid, dilansir dari YouTube Cumicumi, Selasa (8/11/2022).

Dikatakan Fahmi Bachmid, kliennya itu merasa seperti narapidana kasus teroris karena dijaga ketat oleh banyak petugas di ruang perawatan.

Fahmi menambahkan, Nikita Mirzani merasa lebih leluasa beraktivitas saat berada di rutan.

Kepada Fahmi, Nikita mengatakan bahwa petugas yang menjaganya di dalam ruang perawatan lebih dari satu orang.

"Dia (Nikita) cerita, 'sebelah saya ada yang jaga, enggak satu, banyak," ujarnya.

“Bahkan dia sampai bahasanya, ‘Kok saya minta sendok aja susah’. Ini apaan?” sambungnya.

Penjagaan ketat itu dinilai Fahmi Bachmid sudah sangat tak logis.

Sebab, kata Fahmi, kliennya itu bukanlah napi dengan kasus berat, melainkan hanya pencemaran nama baik.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved