Breaking News:

Kasus Korupsi Lahan SMKN 7 Tangsel, Eks Sekretaris Dindikbud Banten Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Sekretaris Disdikbud Provinsi Banten, Ardius Prihanto 7 tahun penjara.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
ahmad tajudin
Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Ardius Prihantono 7 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asri Irawan membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Serang, Kamis (24/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Ardius Prihantono 7 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asri Irawan membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Serang, Kamis (24/11/2022).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ariduan Prihantono dengan pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda Rp 200 juta subsider pidana kurungan selama enam bulan," kata jaksa Kamis (24/11/2022).

Baca juga: Sidang Kasus Korupsi Pengadaan Tanah SMKN 7 Tangsel, Eks Camat Ciputat Timur Tiba-tiba Lupa Ingatan

Jaksa Penuntut Umum menuntut mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Ardius Prihantono serta para pihak swasta yaitu Agus Kartono dan Farid Nurdiansyah.

KPK menilai Ardius telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam pengadaan tanah untuk gedung SMKN 7 Tangerang Selatan.

Sehingga atas perbuatannya itu telah merugikan keuangan negara senilai Rp 10,5 miliar.

Sementara kepada terdakwa Agus Kartono, KPK menuntutnya dengan pidana penjara 10 tahun dan pidana denda Rp300 juta subsider satu tahun.

Sedangkan kepada terdakwa Farid Nurdiansyah, KPK menuntutnya dengan pidana penjara 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan pidana kurungan.

Selain menuntut para terdakwa dengan pidana penjara dan denda.

Ketiganya juga diberikan hukuman tambahan yaitu diminta untuk membayar uang pengganti.

Kepada terdakwa Ardius, KPK menjatuhkan hukuman untuk membayar uang pengganti senilai Rp 414 juta.

"Dengan ketentuan apabila harta benda tidak mencukupi untuk membayarnya, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun," katanya.

Sedangkan terdakwa Agus diwajibkan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 6,2 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved