Breaking News:

Pencabulan di Cikande

Tukang Cukur di Cikande Cabuli 10 Anak, DP3AKKB Provinsi Banten: Korban Harus Jadi Perhatian Bersama

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina minta agar korban pencabulan di Cikande jadi perhartian bersama.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Ahmad Tajudin/TribunBanten.com
Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina minta agar korban pencabulan di Cikande jadi perhartian bersama. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten minta agar korban pencabulan di Cikande jadi perhartian bersama.

Diketahui sebelumnya, 10 anak di Cikande, Kabupaten Serang menjadi korban pencabulan oleh TA yang merupakan tukang cukur.

Kepala Dinas DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ma’ani Nina mengatakan dalam kasus tersebut yang harus diperhatikan adalah para korban.

Baca juga: Polisi Mintai Keterangan Lima Anak Korban Pencabulan Tukang Cukur di Cikande Serang

"Si korban ini harus mendapatkan pendampingan, konseling, dan juga bagaimana dia bisa pulih dari traumanya," ujarnya kepada TribunBanten.com saat ditemui di Aula Bappeda Provinsi Banten, Kamis (24/11/2022).

Menurutnya, apabila si anak yang menjadi korban ini tidak bisa disembuhkan. Maka, dikhawatirkan akan menjadi buah simalaka.

Artinya, kata Siti, anak yang menjadi korban pencabulan akan berbuat sebaliknya di masa yang yang datang.

Secara SOP penanganan kasus kekerasa seksual terhadap anak, baik itu rujukan, pelaporan dan penanganan.

Disampaikannya, pemerintah baik itu provinsi ataupun kabupaten kota memiliki Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) yang membidangi perlindungan, perempuan dan anak.

"Mereka pasti bekerja sama dengan APH (aparat penegak hukum,-red), untuk terkait pelaku," katanya.

Sehingga untuk pelaku diserahkan ke pihak APH, kata dia, sementara untuk korban harus menjadi perhatian bersama.

"Yang penting hak-hak dari korban harus terpenuhi," kata dia.

Apalagi, kata Nina, anak- anak yang menjadi korban pencabulan ini semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Sehingga penanganan terhadap korban harus dilakukan sebaik-baiknya agar para korban bisa pulih.

Baca juga: Komnas PA Lakukan Pendampingan Psikologis Terhadap Korban Pencabulan di Cikande, Begini Hasilnya

"Itu harus disembuhkan, kita harus bekerja sama dengan psikolog, kerja sama dengan layanan yang berkaitkan dengan bagaimana memulihkan," katanya.

Tentunya hak-haknya juga, lanjut Nina, harus dipenuhi, baik itu pendidikan dan juga kesehatannya.

"Bagaimana menyembuhkan dari trauma itu penting melalui UPTD," tukasnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved