Breaking News:

PILU Demi Biaya Persalinan dan Berobat Anak, Ayah di Jakarta Timur Gelapkan Uang Bos

TB terpaksa menggelapkan uang bosnya unuk untuk membiayai pengobatan anak pertamanya yang masih balita dan persalinan anak kedua.

Editor: Abdul Rosid
Tribunjakarta.com
Seorang ayah di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur terpaksa menggelapkan uang bosnya demi biaya bersalin istri dan berobat sang anak. 

PILU Demi Biaya Persalinan dan Berobat Anak, Ayah di Jakarta Timur Gelapkan Uang Bos

TRIBUNBANTEN.COM - Kisah pilu datang dari TB seorang ayah yang berasal dari Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

TB terpaksa menggelapkan uang bosnya unuk untuk membiayai pengobatan anak pertamanya yang masih balita dan persalinan anak kedua.

Pria yang berprofesi sebagai sopir angkut di toko sembako ini menggelapkan uang sebesar Rp 8 juta.

Tindakan itu terpaksa dilakukan TB demi menyelamatkan sang istri yang melahirkan anak kedua dan untuk berobat anak pertama yang tengah sakit.

TB mengaku, uang hasil kerjanya sebagai sopir di toko sembako tidak mampu menutupi biaya persalinan anak kedua sebesar Rp20 juta, sementara istrinya RR ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan.

"Saya kepepet mengambil uang untuk lahiran istri saya pak. Sama ini juga, saya butuh biaya berobat untuk anak pertama saya yang sakit," kata TB di Mapolsek Makasar, Senin (28/11/2022).

TB sempat ditahan di Rutan Mapolsek Makasar selama dua pekan sebagai tersangka yang dijerat Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Hingga akhirnya pada Senin (28/11/2022) TB resmi bebas setelah MN sepakat kasus penggelapan dilakukan TB diselesaikan secara restorative justice, yakni penyelesaian pidana secara mediasi.

"Saya ambilnya sedikit-sedikit sebelumnya, nah yang ambil uang secara besar itu memang pas butuh buat uang persalinan istri saya pak. Saya bertaubat pak," ujar TB saat dipertemukan dengan MN.

Sementara RR yang turut hadir saat proses restorative justice menuturkan dia melakukan persalinan di satu rumah sakit swasta wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Nahas lantaran baru mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan ketika persalinan, RR dan TB tetap dibebankan membayar setengah dari total biaya persalinan secara operasi caesar.

"Kurang lebih total Rp20 juta. Setengahnya ditanggung BPJS, setengahnya lagi bayar," tutur RR.

TB kini memang tidak lagi berstatus tersangka dan ditahan, tapi kasus dialaminya menunjukkan bahwa hingga kini belum semua warga Provinsi DKI Jakarta sudah sejahtera.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved