Breaking News:

Demo Peringatan HUT Lebak Nyaris Ricuh, Bupati Iti Adu Mulut dengan Mahasiswa di Depan Kantor Pemkab

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mendatangi massa aksi demo di peringatan HUT ke-194 Kabupaten Lebak di depan gerbang kantor Pemkab Lebak

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
nurandi
Massa aksi saat aksi di depan gerbang Pemkab Lebak bertemu dengan Bupati Lebak, Kamis (2/12/2022). Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mendatangi massa aksi demo di peringatan HUT ke-194 Kabupaten Lebak di depan gerbang kantor Pemkab Lebak pada Jumat (2/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mendatangi massa aksi demo di peringatan HUT ke-194 Kabupaten Lebak di depan gerbang kantor Pemkab Lebak pada Jumat (2/12/2022).

Berdasarkan pemantauan Tribun Banten.com, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya turun ke jalan bertemu perwakilan pengunjuk rasa.

Iti Octavia menjawab, kritikan mahasiswa terkait dengan lingkup pendidikan di Lebak dan kekurangan ruang kelas di sejumlah kecamatan.

Baca juga: HUT ke-194 Lebak, Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Kantor Pemerintah: Banyak Rakyat Menderita

"Terkait dengan pendidikan, kita ini masih kekurangan ruang kelas, termasuk di tingkat SMA dan SMK. Untuk SMA sederajat itu, kewenangannya ada di Provinsi," katanya saat menemui masa aksi, Kamis (2/12/2022).

Dirinya menyebutkan bahwa di Lebak juga, masih banyak sekitar 18 ribu siswa-siswi di Lebak yang saat ini masih belum tertampung.

"Termasuk juga kami sudah sampaikan, bahwa lulusan SMP dan SMA, ada sekitar 17 ribu hingga 18 ribu, tetapi yang bisa ditampung oleh SMP dan SMA hanya sekitar 8 ribu," ujarnya.

Saat di tengah-tengah penjelasannya, Bupati Iti juga sempat beberapa kali berdebat dengan mahasiswa dan memberikan penegasan agar penjelasanya didengarkan terlebih dahulu.

Dirinya menyampaikan bahwa masukan dari mahasiswa tersebut, sudah disampaikan terkait dengan kekurangan ruang kelas kepada Pemerintah Provinsi Banten.

"Kami sudah sampaikan ke PJ Gubernur, untuk ditambah ruang kelas. Tetapi karena sekarang ada pola pendidikan online dan metavers tetapi di Kabupaten Lebak belum cocok untuk seperti ini," katanya.

Iti juga menambahkan bahwa apa dilakukan Pemkab Lebak, merupakan kepentingan bersama bukan hanya Pemkab.

"Ini PR kita bersama, bukan hanya PR pemerintah daerah, tetapi semuanya. Kewenangan kami juga terbatas maka dari kami ingin mengejar ketertinggalannya itu," ujarnya.

Baca juga: Siap-siap! Cileles Kabupaten Lebak Bakal Menjadi Kawasan Eco Industrial Park, Apa Itu?

Sementara Ananda Widya Nugraha Koordinator Aksi mengatakan, setelah di datangi Bupati bahwa isunya tersebut sudah sampaikan kepada bupati.

"Mengingat bupati Lebak menjadi pemimpin selama 2 Periode kami membawa grand issue tentang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur," katanya saat ditemui usai aksi.

Dirinya menambahkan terkait debat panas dengan bupati, itu bagian dari kritik yang sifatnya membangun bukan menjatuhkan.

"Bentuk kritik yang sifatnya membangun terus disampaikan oleh mahasiswa yang punya harapan penuh untuk kemajuan, pembangunan di Kabupaten Lebak agar mampu meningkatkan SDM dan kesejahteraan untuk masyakarat Kabupaten Lebak," ucapnya.

Baca juga: Makna Logo HUT Lebak ke-194, Melambangkan Kekayaan Alam dan Budaya

Berdasarkan pemantauan Tribun Banten.com, ratusan mahasiswa menggeruduk gerbang kantor Pemkab Lebak dan gerbang kantor DPRD Lebak.

Mahasiswa berteriak agar Bupati Lebak untuk ke depan gerbang agar menemui dan menjawab tuntutan dari mahasiswa.

Ada lima tuntutan dari mahasiswa di antaranya kondisi lingkungan, lingkup pendidikan, infrastruktur, ekonomi dan wisata.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved