Breaking News:

Monitoring kei Rupbasan Kelas II Serang, Direktorat Yantah Lola Basan Baran Ditjen PAS Minta Hal Ini

Koordinator Administrasi Lola Basan Baran, Akbar Amnur pimpin kunjungan ke Rupbasan Kelas II Serang, pada Kamis (01/12/2022).

Editor: Ahmad Haris
(Humas Kemenkumham Banten)
Tim Monev Direktorat Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Barang Sitaan dan Barang Rampasan Negara, atau Direktorat Yantah Lola Basan Baran Dirjen Pemasyarakatan mengunjungi Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara atau Rupbasan Kelas II Serang, pada Kamis (01/12/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Tim Monev Direktorat Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Barang Sitaan dan Barang Rampasan Negara, atau Direktorat Yantah Lola Basan Baran Dirjen Pemasyarakatan mengunjungi Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara atau Rupbasan Kelas II Serang, pada Kamis (01/12/2022).

Kunjungan itu dipimpin oleh Koordinator Administrasi Lola Basan Baran, Akbar Amnur.

Kedatangan tim disambut langsung oleh Kepala Rupbasan Kelas II Serang Dwi Jatmoko, serta tim Kanwil Kemenkumham Banten yaitu Kabid Yantah Kesrehab Lola Basan Baran dan keamanan, Damari dan Kasubbid Lola Basan Baran dan Keamanan, Teddy Haryanto.

Baca juga: Tejo Harwanto Minta Jajaran Kemenkumham Banten Pahami Tusi, Berikan Layanan Maksimal ke Masyarakat

Tim Supervisi tersebut mengecek barang sitaan dan barang rampasan negara yang berada di gudang terbuka, maupun gudang tertutup, yang dititipkan di Rupbasan Kelas II Serang.

Akbar Amnur mengatakan, bahwa Rupbasan yang baik adalah yang sirkulasinya lancar.

"Maksudnya ada barang masuk ada barang keluar," kata Akbar Amnur.

"Jangan sampai mandek di Rupbasan, maka berkas barang yang dititipkan harus lengkap. Supaya jelas statusnya, sudah inkrah atau belum," jelasnya.

Baca juga: Ini Arahan Sekjen dan Irjen Kemenkumham kepada Pimpinan Tinggi Kanwil Kemenkumham Banten

Ia berharap, pengelolan Basan dan Baran di Rupbasan Serang ini dilaksanakan dengan baik, mulai dari penerimaan, pemeliharaan sampai proses pengeluarannya.

"Semua dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang telah ditentukan,” kata Akbar Amnur.

Hal tersebut, katanya, sesuai Permenkumham Nomor 16 tahun 2014 tentang Tata cara Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved