Breaking News:

Harga Bahan Pokok Naik Secara Bersamaan, Pengusaha Warteg Dibayangi Ancaman Kebangkrutan

Pengusaha warteg dibayangi kebangkrutan akibat kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang terjadi secara bersamaan.

Editor: Abdul Rosid
Desi Purnamasari/TribunBanten.com
Pengusaha warteg dibayangi kebangkrutan akibat kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang terjadi secara bersamaan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Naiknya harga bahan pokok secara bersamaan membuat cemas para pengusaha warteg.

Kecemasan tersebut lantaran usaha warteg saat ini dibayang-bayangi kebangkrutan.

Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan bayangan kebangkrutan itu lantaran para pelaku usaha warteg harus mengeluarkan modal besar untuk membeli bahan pokok.

"Belum pernah warteg mengalami suasana pahit seperti ini. Kelihatannya pemerintah tidak kuasa mengendalikan inflasi terutama seputar bahan sembako," kata Mukroni, Sabtu (3/12/2022).

Baca juga: Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Induk Rau Kota Serang Hari Ini

Bagaimana tidak, bila mengacu pada laman infopangan.jakarta.go.id, harga beras, minyak goreng, cabai, bawang, telur ayam, hingga daging ayam melonjak bersamaan.

Pada Rabu (3/12/2022) infopangan.jakarta.go.id mencatat kenaikan komoditas bahan paling tinggi terjadi di minyak goreng curah, kenaikannya sebesar naik Rp 3.519 menjadi Rp 18.602 per kilogram.

Kemudian bawang putih tercatat naik Rp 2.234 menjadi di harga Rp 31.340 per kilogram, dan cabai rawit merah naik Rp1.480 sehingga menjadi di harga Rp 48.045 per kilogram.

"Beban semakin membuat pedagang warteg skala kecil bisa berhenti. Karena setiap hari susah belanja, modalnya tidak cukup untuk beli yang mau dijajakan. Setiap hari harga naik," ujar Mukroni.

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Banten Jelang Natal dan Tahun Baru, Mayoritas Stabil, Beras Naik Lagi

Mukroni menuturkan bagi pengusaha warteg 2022 merupakan tahun paling berat karena banyak harga komoditas yang melonjak dan tidak bisa dikendalikan pemerintah.

Mereka khawatir bila pemerintah tidak bisa mengandalikan harga kasus banyak warteg bangkrut sebagaimana saat kasus terkonfirmasi covid19 masih tinggi pada tahun 2020.

"Semua warteg yang kecil-kecil kecewa dengan harga yang tidak bisa dikendalikan dan naik terus. Modal akan tergerus dan bisa mengakibatkan banyak warteg bangkrut," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved