Tangani Pengangguran di Banten, 5.000 Perawat Akan Dipekerjakan ke Jepang

5.000 perawat di Banten akan dikirim ke Jepang. Upaya itu dilakukan untuk mengatasi angka pengangguran di Banten.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
topsante.com
Ilustrasi perawat. 5.000 perawat di Banten akan dikirim ke Jepang. Upaya itu dilakukan untuk mengatasi angka pengangguran di Banten. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - 5.000 perawat di Banten akan dikirim ke Jepang. Upaya itu dilakukan untuk mengatasi angka pengangguran di Banten.

"Tapi saat ini kita fokus ke sekolah (jurusan,-red) perawatan. Karena di Jepang ada tantangan 5000 perawat," ujar Kepala Disnakertrans Provinsi Banten, Septo Kalnadi saat ditemui di DPRD Banten, Jumat (2/12/2022).

Syaratnya, kata dia, harus bisa bahasa Jepang yang level bahasanya minimal N4 atau setara 450 jika skor TOEFL. Untuk itu, Pemprov Banten bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Swasta.

Baca juga: Atasi Pengangguran di Banten, Pelatihan Berbasis Kompetensi Digelar Mulai 2023

"Kita bekerja sama dengan LPK, karena kalau sendiri balai Latker kita dengan PNS, memberikan pelatihan itu kita belum ketemu yang mau bekerja sama dengan kita. Tapi kalau lembaga latihan kerja swasta banyak, kita kerja sama dengan itu," ujarnya.

Untuk diketahui, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi penyumbang tertinggi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Banten Tahun 2022.

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mengenai keadaan ketenagakerjaan Provinsi Banten pada periode Agustus 2022.

TPT dari tamatan SMK masih berada diposisi paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 13,52 persen.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved