Breaking News:

Kepincut Wanita hingga Berani Melamar, Pelajar di Bantul Ditusuk Pedang, Ternyata Istri Orang

R, pelajar di Bantul, ditusuk pedang. Hal ini, karena R melamar seorang wanita yang ternyata adalah istri orang.

Editor: Glery Lazuardi
net via Tribunjateng.com
Ilustrasi pedang samurai. R, pelajar di Bantul, ditusuk pedang. Hal ini, karena R melamar seorang wanita yang ternyata adalah istri orang 

TRIBUNBANTEN.COM - R, pelajar di Bantul, ditusuk pedang.

Hal ini, karena R melamar seorang wanita yang ternyata adalah istri orang.

Insiden itu terjadi di Padukuhan Sumberan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul pada Minggu (4/12/2022).

Baca juga: Viral Video Anggota Polres Tana Toraja Minta Kapolri Bersihkan Mafia di Polri, Kini Minta Maaf

Saat ini terlapor yakni BPJN (24) sudah diamankan di Polsek Kasihan.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan kejadian ini bermula saat R datang ke rumah pelaku karena ingin bertemu dengan kenalannya, yang tak lain istri BPJN.

Saat itu, korban yang masih berstatus pelajar ini tidak mengetahui jika teman wanitanya tersebut sudah bersuami.

Saat itu, BPJN menerima R di rumahnya, dan pada saat itu korban belum tahu jika BPJN adalah suami sah. Korban dan istri terlapor berkenalan melalui media sosial, dan sudah bertemu.

Saat itu, R ingin serius karena istri terlapor mengaku masih single.

"Korban mengira terlapor adalah kakak dari teman perempuannya," kata Jeffry dalam keterangan tertulis, Senin (5/12/2022).

Setelah itu, pelaku menjelaskan dirinya adalah suami sah.

Kemudian terjadi percakapan yang membuat BPJN emosi, sehingga dia masuk ke dapur dan mengambil pedang setelah itu langsung diarahkan ke korban sebanyak dua kali.

R mengalami luka bacok pada bagian kepala dan pada bagian jari tangan sebelah kanan.

"Luka yang cukup serius dan mengeluarkan banyak darah akhirnya korban dilarikan ke rumah sakit Ludiro Husada Tama Kota Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan medis," kata dia.

Baca juga: Viral, Wanita dan Pria di Karawang Ngaku Sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi

Jeffry mengatakan, tidak terima korban dibacok dengan pedang, paman korban yakni Kelik melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kasihan.

Saat ini BPJN sudah diamankan oleh penyidik di Mapolsek Kasihan, dan masih dalam proses pemeriksaan.

Jika terbukti, BPJN atau pelaku akan dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved