Breaking News:

Oknum Polisi di Banten Kedapatan 'Nyabu' Bareng Perempuan di Kos, Ancam Sebar Video Mesum

AG (35), oknum polisi di Banten, kedapatan nyabu bersama perempuan di kamar kos di lingkungan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com
Ilustrasi sabu. AG (35), oknum polisi di Banten, kedapatan nyabu bersama perempuan di kamar kos di lingkungan Cipocok Jaya, Kota Serang. AG mengajak teman perempuannya CY mengonsumsi sabu. CY mengaku AG akan menyebarkan video mesum jika tidak mengikuti permintannya. Selain itu, AG juga mengancam akan menembak menggunakan senjata api jika tidak mengonsumsi sabu. Pengakuan itu disampaikan CY kepada awak media di Kantor PPA Provinsi Banten. 

TRIBUNBANTEN.COM - AG (35), oknum polisi di Banten, kedapatan nyabu bersama perempuan di kamar kos di lingkungan Cipocok Jaya, Kota Serang.

AG mengajak teman perempuannya CY mengonsumsi sabu. CY mengaku AG akan menyebarkan video mesum jika tidak mengikuti permintannya.

Selain itu, AG juga mengancam akan menembak menggunakan senjata api jika tidak mengonsumsi sabu.

Pengakuan itu disampaikan CY kepada awak media di Kantor PPA Provinsi Banten.

Baca juga: Asyik Pesta Sabu, Anggota Dewan Ditangkap Polisi, Bupati Kepulauan Seribu: Langsung PAW

"Kalau saya nggak mau, diancam sama dia mau nyebarin video itu (video mesumnya,-red), pernah juga diancam ditembak," kata CY.

CY membantah memesan sabu. Sebab, AG memesan tanpa sepengetahuannya. Namun, dia hanya diminta mentransfer uang ke nomor rekening yang diberitahukan AG lalu mengirimkan uang Rp 400 ribu.

"Dia nyuruh transfer ke nomor itu gak tau untuk apa. Setelah transfer dia langsung pergi, pulang lagi dia udah bawa sabunya. Transfer Rp400 ribu, yang ambil AG, kan saya gak keluar-keluar (kosan)," ucap CY.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga, mengatakan Polda Banten memastikan memproses hukum etik maupun pidana anggota Polres Pandeglang berinisial AG (35).

"Selain penegakan hukum terhadap kode etik profesi kepolisian yang dilakukan oknum polisi AG, juga melapis dengan tindakan pidana yaitu Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang Penguasaan Narkoba jenis sabu," ujar Shinto, Senin.

Dikatakan Shinto, saat ini AG tengah menjalani proses persidangan kode etik di Bidang Propam Polda Banten dan terancam diberhentikan atau dipecat.

"Penindakan dari saudara oknum AG, di kode etik dan pemidanaan ancaman terberat yang harus diterima oknum AG adalah pemberhentian tidak dengan hormat. Dan saat ini prosesnya sedang on going atau berjalan," tutur Shinto.

Baca juga: APES! Hendak Edarkan Sabu, Pemuda di Unyur Kota Serang Diciduk Polisi

Shinto meminta kepada teman perempuan AG yakni CY mendatangi Polda Banten untuk dilakukan pemeriksaan.

Sebab CY mempunyai hak untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi.

Pemeriksaan, kata Shinto, untuk mempercepat proses penyelidikan yang dilakukan Bid Propam Polda Banten.

Baca juga: Ngaku Beli Sabu ke Anggota TNI, Oknum Polisi Ini Awalnya Jadi Perantara Akhirnya Penasaran Nyoba

Menurut Shinto, keterangan awal AG dan CY bersama-sama mengonsumsi narkoba dan membelinya secara patungan tanpa ada paksaan dari keduanya.

"Polda berusaha berkomunikasi terhadap keluarga untuk memberikan hak terhadap saudari CY, memberikan keterangan dari versi saudari CY. Sehingga penyidik bisa menyimpulkan pidananya, dan informasi hingga hari ini CY belum bisa hadir," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nyabu Bareng Perempuan di Kosan, Oknum Polisi di Banten Terancam Dipecat dan Dipenjara"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved