Breaking News:

Kabupaten Lebak Masuk Zona Bencana, BPBD Gelar Pendidikan Mitigasi Bencana di Sekolah

Ratusan siswa-siswi dari SD dan SMP di Saint Alfa mengikuti pendidikan Mitigasi Bencana untuk mengantisipasi bahaya bencana dari BPBD Kabupaten Lebak.

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
Dok. BPDB Lebak
Ratusan siswa-siswi dari SD dan SMP di Saint Alfa mengikuti pendidikan Mitigasi Bencana untuk mengantisipasi bahaya bencana dari BPBD Kabupaten Lebak, Rabu (7/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIAlUNBANTEN.COM, LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Lebak, melakukan sosialisasi dan pendidikan mitigasi bencana, di sekolah Saint Alfa di Jalan Letnan Muharam, Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Ratusan siswa-siswi dari SD dan SMP di Saint Alfa mengikuti pendidikan mitigasi bencana itu, untuk mengantisipasi bahaya bencana seperti gempa bumi dan lainnya.

Total siswa yang mengikuti pendidikan mitigasi bencana ada 203 orang, yang terdiri dari siswa SD dan SMP di sekolah Saint Alfa.

Baca juga: Seperti Ini Sistem Mitigasi Bekerja Jika Terjadi Gempabumi Megathrust

Dalam mitigasi tersebut, peserta sangat antusias dalam menyimak setiap materi yang disampaikan oleh petugas dari BPBD Lebak.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama.

"Para pelajar sangat antusias dalam menyimak materi yang disampaikan. Jadi mendapatkan respon yang baik karena pendidikan ini sangat penting," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Rabu (7/12/2022).

"Alhamdulillah sangat antusias para pelajarnya luar biasa."

"Mereka juga semangat mengikuti simulasi yang disampaikan petugas," ujarnya.

Petugas memberikan materi berupa simulasi dalam menghadapi ancaman gempa bumi, yang kapan saja bisa terjadi.

Simulasi sederhana diberikan oleh petugas BPBD Kabupaten Lebak, dalam menyelematkan diri dari bahaya ancaman gempa bumi, terutama saat berada di ruangan atau gedung seperti sekolah dan lainnya.

Febby menyampaikan, bencana tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi.

Maka dari itu, seyogyanya masyarakat untuk waspada dan memahami tata cara menghadapinya.

"Pendidikan Mitigasi Bencana ini, bagaimana masyarakat mengetahui tata cara mengantisipasinya, menyelamatkan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Baca juga: Provinsi Banten Masuk 10 Besar Daerah Rawan Bencana, AP II Gelar Rapat Mitigasi dengan 32 BUMN Lain

Dirinya melanjutkan, akan keliling ke beberapa sekolah di Kabupaten Lebak, dalam meyampaikan pendidikan Mitigasi Bencana.

"Akan kita keliling kita ke beberapa sekolah- sekolah di sekitar kota Rangkasbitung, untuk memberikan pemahaman tentang simulasi menghadapi gempa bumi," ucapnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat di Kabupaten Lebak masih minim akan pendidikan terhadap mitigasi bencana, dalam mengahadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved