Breaking News:

UMK Banten 2023

Tunggu UMK 2023 Ditetapkan, Ribuan Buruh Putuskan Bertahan di KP3B Hingga Dini Hari

Serikat buruh pekerja se-Provinsi Banten akan tetap stay di KP3B sampai dengan Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengumumkan penetapan UMK.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Ahmad Tajudin/TribunBanten.com
Serikat buruh pekerja se-Provinsi Banten akan tetap stay di KP3B sampai dengan Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengumumkan penetapan UMK 2023 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Serikat buruh pekerja se-Provinsi Banten akan tetap stay di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten ( KP3B) hingga pukul 00.00 WIB, sampai dengan Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengumumkan penetapan UMK Tahun 2023.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD SPN Provinsi Banten, Intan Indria Dewi setelah para pimpinan serikat buruh bertemu dengan Pj Gubernur Banten di Rumah Dinasnya.

"Jadi memang setelah kita bertemu dengan pak gubernur, pertama adalah sebuah komitmen bahwa terkait penetapan UMK 2023 tidak akan melebihi tanggal 7 Desember 2022," ujarnya saat ditemui di kp3b, Kota Serang, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Buruh Kecewa Tak Ada Pejabat Pemprov Banten yang Temui Massa Aksi Kawal Penetapan UMK 2023

Kemudian saat ini, kata dia, sudah ada lima kabupaten kota yang UMK nya sesuai dengan rekomendasi walikota dan juga bupati.

Namun ada tiga kabupaten kota yang UMK-nya yang memang sampai saat ini belum fiks dan perlu dikaji ulang.

Sehingga Pj Gubernur Banten Al Muktabar meminta waktu sebelum mengesahkan UMK Tahun 2023.

Ketiga Kabupaten Kota itu di antaranya Kabupaten Tangerang, Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon.

"Untuk Kabupaten Pandeglang itu tidak sesuai dengan Permenaker 18 Tahun 2022 karena hitungan alphanya 0,4 persen," kata dia.

Baca juga: Ribuan Buruh Demo di KP3B, Polisi Terapkan Sistem Contra Flow di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani

Sementara Kabupaten Tangerang perhitungannya menggunakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten tidak menggunakan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang.

Sedangkan Kota Cilegon tidak sesuai dengan Permenaker 18 Tahun 2022 karena hitungan alphanya 0,5 persen.

Sehingga atas hal itu, serikat buruh mengancam akan tetap stay di KP3B sampai Penjabat Gubernur Banten mengumumkan UMK 2023.

"Saat ini kita sepakat bersama pimpinan federasi kita akan tetap bertahan sampai dengan pukul 00.00 di mana SK Gubernur sebelum 00.00 itu harus keluar," tukasnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved