Breaking News:

Santri Sodomi Junior di Ponpes Tangsel, Dicari-cari Polisi Ternyata Sudah Pulang ke Rumah

ANJ, santri di salah satu pondok pesantren di kawasan Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, menjadi korban sodomi seniornya F (16) pada 28 Oktober

Editor: Glery Lazuardi
News Law
Ilustrasi pelecehan seksual anak di bawah umur. ANJ, santri di salah satu pondok pesantren di kawasan Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, menjadi korban sodomi seniornya F (16) pada 28 Oktober 2022. Insiden itu terjadi saat korban diminta pelaku datang ke kamarnya. Saat itu, hanya ada korban dan pelaku di dalam kamar nomor 302. Korban kemudian dilecehkan oleh pelaku dengan cara disodomi. Setelah kejadian itu, santri itu pulang ke rumahnya.Polisi sempat terkendala untuk menemukan keberadaan F lantaran sudah dikeluarkan dari pondok pesantren. 

TRIBUNBANTEN.COM - ANJ, santri di salah satu pondok pesantren di kawasan Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, menjadi korban sodomi seniornya F (16) pada 28 Oktober 2022.

Insiden itu terjadi saat korban diminta pelaku datang ke kamarnya. Saat itu, hanya ada korban dan pelaku di dalam kamar nomor 302. Korban kemudian dilecehkan oleh pelaku dengan cara di sodomi.

Setelah kejadian itu, santri itu pulang ke rumahnya.Polisi sempat terkendala untuk menemukan keberadaan F lantaran sudah dikeluarkan dari pondok pesantren.

Baca juga: Korban Pelecehan Oknum Dosen Universitas Andalas Belum Lapor Polisi, Takut Tidak Lulus dari Kampus

"Dia masih usia anak, masih 16 tahun, untuk kabur tidak karena dia ketergantungan sama orangtua," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Aldo Primananda Putra di kantornya, Senin (26/12/2022).

Aldo mengatakan, F selaku terlapor bersifat kooperatif saat diminta polisi untuk datang ke Polres Tangsel pada Kamis (22/12/2022).

Saat itu, terlapor akhirnya datang dan dimintai klarifikasi terkait benar atau tidaknya fakta keterangan dengan peristiwa.

"Dia kooperatif. Cuma konsep kita melindungi anak, pun itu sebagai pelaku. Data identitas termasuk nama, alamat, jenis kelamin, itu kita dapatkan (dari pesantren)," jelas Aldo.

Empat Orang Diperiksa

Kepolisian Resor Tangerang Selatan sudah memeriksa empat orang terkait dugaan kasus sodomi yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Pondok Aren, Tangsel.

"Empat yang sudah diperiksa yaitu si korban, dua temannya, dan terlapor. Konsepnya terkait fakta itu, sinkron atau tidak," ujar Aldo.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel Iptu Siswanto mengatakan bahwa terlapor berinisial F (16) sudah diperiksa pada Kamis (22/12/2022) lalu.

Baca juga: Polisi Tangkap Penjual Martabak Mini Pelaku Pelecehan Seksual di Tangerang, Korbannya Bocah 8 Tahun

Meski terlapor telah memberikan klarifikasi, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

"Terlapor sudah kami klarifikasi, tapi belum tersangka ya," jelas Siswanto.

Polisi belum menetapkan siapapun sebagai tersangka dalam kasus itu karena membutuhkan alat bukti dan petunjuk yang lengkap.

Selain itu, rencananya polisi segera melakukan gelar perkara mengenai kasus tersebut.

"Dalam konsep gelar perkara, kalau bisa dalam seminggu ini. Karena dalam ngumpulin, mudah-mudahan sebelum tahun baru," kata Siswanto. "Terlebih terkait kasus anak, ada kewajiban kita untuk melakukan diversi," lanjut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Orang Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Sodomi di Pondok Pesantren Tangsel"

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dicari-Cari Polisi, Santri yang Sodomi Junior di Ponpes Tangsel Ternyata Tak Kabur dan Ada di Rumah"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved