Breaking News:

Gunung Anak Krakatau Erupsi, BPTD Banten Pastikan Penyebrangan di Pelabuhan Merak Berjalan Normal

BPTD Provinsi Banten, Handjar Dwi Antoro memastikan aktivitas Penyebrangan di Pelabuhan Merak berjalan normal meski Gunung Anak Krakatau erupsi.

Penulis: Sopian Sauri | Editor: Abdul Rosid
magma.esdm.go.id
BPTD Provinsi Banten, Handjar Dwi Antoro memastikan aktivitas Penyebrangan di Pelabuhan Merak berjalan normal meski Gunung Anak Krakatau erupsi. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Handjar Dwi Antoro memastikan aktivitas Penyebrangan di Pelabuhan Merak berjalan normal meski Gunung Anak Krakatau tengah erupsi.

Menurutnya, erupsi Gunung Anak Krakatau sampai saat ini belum dirasakan dampaknya di wilayah penyebarangan Pelabuhan Merak.

"Masih normal, Sampai saat ini erupsi tdk dirasakan dampaknya di Merak," kata Handjar, kepada TribunBanten.com melalui pesan singkat, Kamis (5/1/2023).

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, BPBD Cilegon Imbau Warga Waspada Tsunami

Kedati begitu, lanjutnya, pihaknya dan seluruh stakeholder di Pelabuhan Merak akan tetap waspada akan hal itu.

Antisipasinya akan selalu mengupdate kondisi terkini.

"Kita seluruh stakeholder termasuk operator pelabuhan dan kapal tetap waspada dan terus update kondisi terkini," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Erupsi gunung api Anak Krakatau terjadi pada Rabu (4/1/2023) pukul 15.09 WIB.

Berdasarkan laporan laman Magma Indonesia oleh petugas pemantau, Ade Yasser Akhmad Purwata, erupsi gunung api Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian 3.000 meter.

Abu vulkanik yang disemburkan Gunung Anak Krakatau tersebut bergerak ke arah timur.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Rabu, 04 Januari 2023 pukul 15.09 WIB. Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 3.000 m di atas puncak (kurang lebih 3.157 m di atas permukaan laut)."

"Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah timur. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tulis Ade dalam laporannya.

Baca juga: Update Erupsi Gunung Anak Krakatau: Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 750 Meter

Ade pun mengimbau kepada masyarakat hingga pendaki untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah gunung Anak Krakatau.

Sedangkan pada laporan sebelumnya, Ade menyebut terjadi letusan dengan semburan abu vulkanik mencapai ketinggian 100 meter dengan warna kelabu serta intensitas tebal ke arah timur.

"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 20 detik," lapor Ade.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved