Breaking News:

Qariah Disawer

Viral Qoriah Disawer saat Sedang Mengaji, Ketua JQH Banten: Miris dan Sedih!

Ketua Jami'yyatul Qurra wal-Huffadz (JQH) Provinsi Banten, KH. Muchtar Fatawi angkat bicara soal viralnya seorang qoriah disawer sedang mengaji.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
tangkap layar video
Qariah Internasional Nadia Hawasyi dari Kota Tangerang Selatan saat Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Lebak, pada 22 Oktober 2022 lalu. Ketua Jami'yyatul Qurra wal-Huffadz (JQH) Provinsi Banten, KH. Muchtar Fatawi angkat bicara soal viralnya seorang qoriah disawer sedang mengaji. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Ketua Jami'yyatul Qurra wal-Huffadz (JQH) Provinsi Banten, KH. Muchtar Fatawi angkat bicara soal viralnya seorang qoriah disawer saat sedang mengaji.

Peristiwa itu dialami seorang Qoriah Internasional Ustadzah Nadia Hawasyi, saat sedang mengisi acara maulid di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

KH. Muchtar mengaku sangat miris dan sedih, ketika melihat video yang telah viral di media sosial.

"Terkait kemarin itu, saya miris dan ikut sedih sebenarnya. Karena jangan sampai itu jadi budaya atau tradisi," ujarnya saat ditemui di salah satu tempat makan di Kota Serang, Jumat (6/1/2023).

Muchtar mengaku kenal dekat dengan Qoriah Nadia, bahkan orang tua Nadia.

Menurutnya, dalam video yang beredar, yang salah bukan qoriah ataupun bacaan qurannya.

Namun yang salah adalah menyawer seorang qoriah yang sedang mengaji.

"Artinya Quran itu, ketika membaca atau dibaca oleh seorang qori atau qoriah itu harus didengarkan, disimak dengan baik," katanya.

Baca juga: Ketua MUI Pandeglang Angkat Bicara Soal Qoriah Internasional Disawer Uang: Tidak Etis Dilakukan

"Bila perlu dipahami isinya. Kalaupun tidak paham paling tidak dia mendengarkan secara seksama," sambungnya.

Muchtar menilai bahwa yang namanya menyawer orang lain yang sedang mengaji itu salah.

Dalam hal ini, kata dia, ulama sepakat apa yang dilakukan itu telah mencederai kesyahduan Al Quran.

Menurut Muchtar, ketika warga ingin memberikan hadiah atau uang kepada qoriah, setidaknya hadiah itu diberikan kepada qoriah setelah menyelesaikan bacaan Quran.

"Kalau luapan kegembiraan, itu juga harus dengan etika. Kalau dangdutan iya saja, tapi kalau untuk Quran saya kira itu kurang beretika," katanya.

"Apalagi ini masalahnya qoriah, saya lihat itu diselipkan uang di dahinya yang menurut saya kurang beradab," sambungnya.

Atas peristiwa itu, Muchtar berharap agar insiden yang dialami qoriah tersebut tidak terjadi lagi di Banten.

Muchtar mengatakan, mendengarkan qori atau qoriah sedang membacakan Al Quran, jangan sampai disamakan dengan penyanyi.

"Kedua harus dikasih tahu, adab dan etika ketika mendengarkan Al Quran yang sedang dibacakan," tukasnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved