PILU Demi Rawat Sang Ibu di RSJ, Tiko Tolak Tawar Kerja dengan Gaji Rp10 Juta

Pengusaha terkenal bernama Henry Kurnia Adhi alias Jhon LBF menawarkan gaji Rp10 juta lantaran merasa kagum dengan Tiko yang sudah memuliakan ibunya

Editor: Abdul Rosid
Kolase Tribun Sumsel/Youtube Bang Satria
Pengusaha terkenal bernama Henry Kurnia Adhi alias Jhon LBF menawarkan gaji Rp10 juta lantaran merasa kagum dengan Tiko yang sudah memuliakan ibunya 

TRIBUNBANTEN.COM - Kisah Tiko yang menjaga dan merawat ibunya kini tengah menjadi sorotan dan simpati publik.

Meski kisah hidupnya kini tengah viral, hal tersebut tak membuat Tiko jumawa. Sebaliknya, pemuda ini tetap memfokuskan diri untuk merawat sang ibu.

Bahkan, dari cerita hidupnya tersebut seorang pengusaha siap memperkejakan Tiko dengan gaji yang diterima setiap bulanya Rp10 juta.

Pengusaha terkenal bernama Henry Kurnia Adhi alias Jhon LBF yang menawarkan gaji tersebut lantaran merasa kagum dengan Tiko yang sudah memuliakan ibunya.

Baca juga: Tukang Kuli Angkut Barang Bongkar saat Ayah Tiko Tinggalkan Ibu Eny Sukaesih: Barang-barang Mewah

Jhon pun menawarkan Tiko bekerja di perusahannya dengan gaji Rp 10 juta per bulan.

"Tiko bersedia enggak kerja di kantor om Jhon dengan gaji yang om tawarkan Rp 10 juta ? kalau Tiko minta lebih ngomong, karena om Jhon enggak tahu kebutuhan Tiko berapa," katanya.

"Om enggak nyari pansos, karena sebelum Tiko, Om Jhon sudah terkenal, punya perusahaan," ujar Jhon LBF dilansir dari Youtube Manise TV.

Jhon kemudian menawarkan kesempatan Tiko untuk dijadikan sebagai kepala disebuah coffe shop miliknya.

Tiko menyambut baik semua tawaran dari Jhon.

Namun rupanya, Tiko mengaku belum bisa menerima tawaran pekerjaan tersebut karena alasan yang menyentuh.

Jhon Lbf menawarkan Tiko untuk berkarier di perusahaannya dengan gaji Rp 10 juta per bulan untuk tahap awal.
Jhon Lbf menawarkan Tiko untuk berkarier di perusahaannya dengan gaji Rp 10 juta per bulan untuk tahap awal. (kolase TribunBanten.com)

Tiko saat ini mengaku sedang fokus untuk menunggu sang ibunda pulang dari rumah sakit.

"Jawaban saya saat ini, tidak mengurangi rasa hormat saya, saya menghargai atas tawaran dari Om Jhon yang udah repot-repot menghubungi saya. Saya juga udah banyak pertimbangan, banyak kepikiran, tapi mungkin untuk saat ini saya bukannya tidak menerima, tapi masih fokus, minimal mama pulang dulu, rumah kondisinya juga saat ini sampai layak ditempati mama," ujar Tiko.

Tiko pun masih mempertimbangkan tawaran ini.

"Nanti dipertimbangkan dulu," lanjutnya.

Tanpa memperjelas pernyataannya, Tiko pun memilih bergegas pergi meninggalkan awak media.

Tiko kini tengah Fokus pada pemulihan kesehatan ibundanya, Ibu Eny, yang sedang dirawat di RSKD Duren Sawit.

Fokus pada Kesehatan Ibu

Tiko cuti dari pekerjaannya sebagai petugas keamanan komplek.

Hal ini disampaikan Ketua RT 06 RW 02 Komplek PLN, Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur, Noves Haristeja.

"Tapi saya suruh cuti karena kondisi saat ini tidak memungkinkan dia jaga," katanya kepada wartawan, Senin (9/1/2023).

Cutinya Tiko sebagai satpam komplek diakui Noves agar ia fokus merawat ibunya yang memang diketahui berada di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Jadi tiko ambil cuti ajalah cari temen untuk menggantikan posisinya. Supaya keamanannya tidak kosong," lanjutnya.

Sebagai informasi, kisah Tiko yang merawat Ibu Eny kini tengah viral di media sosial.

Pasalnya selama 11 tahun keduanya menempati rumah mewah di kawasan Cakung, Jakarta Timur tanpa listrik dan air.

Sejak ditinggal suaminya, Ibu Eny mengalami depresi. Namun, Tiko selalu merawat Ibu Eny selama 12 tahun.

PLN Pasangi Listrik Rumah Tiko

PLN fokus memasang instalasi listrik di ruangan yang kerap dihuni oleh Tiko dan Ibu Eny di rumah mewah, Cakung, Jakarta Timur.

Sebagai informasi, kisah Tiko yang merawat Ibu Eny kini tengah viral di media sosial.

Pasalnya selama 11 tahun keduanya menempati rumah mewah di kawasan Cakung, Jakarta Timur tanpa listrik dan air.

Namun, pada hari ini rumah mewah tersebut mulai dipasang listrik prabayar 900 watt.

Tentunya daya atau watt listrik yang diberikan pun tak sebanding dengan rumah mewah yang sempat terbengkalai.

Oleh sebab itu, pemasangan listrik fokus di sejumlah titik saja.

"Iya pemasangan dan instalasi sampai ke ruangan yang selama ini dihuni, kan enggak semua juga dihuni sama mereka," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya Doddy B Pangaribuan saat dihubungi, Senin (9/1/2023).

Sementara untuk areal lainnya memang perlu dipertimbangkan. Doddy mengatakan, perlu adanya pemeriksaan bangunan lebih dulu.

Bila layak maka pihaknya bisa menarik kabel ke langit-langit rumah tersebut.

"Yang ruangan mereka pakai aja. Ruang tempat tidur yang dipakai aja ya, sama apa, sama ruang dapur kali ya. Saya ga sampe detail itu. Pokonya kebutuhannya 900 watt gitu aja," lanjutnya.

"Belum sih sampai saat ini (penambahan daya). Prioritas kami kan karena alasan kemanusiaan itu pokoknya ada yang nyala dulu lah di satu atau dua ruangan soal sisanya kan, karena kelihatannya nih bangunannya juga harus diperiksa dulu nih. Apakah layak misalnya kita narik kabel ke langit-langit rumah atau kedalam para-para. Jadi pekerjaannya besar sekali. Nah ini yang menjadi fokus PLN bagaimana sekarang mereka dapat hidup menikmati listrik," ungkapnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tiko Tak Tergiur Gaji Rp 10 Juta dari Seorang Pengusaha, Pilih Rawat Ibu yang Dirawat di RSJ

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved