Breaking News:

Buntut Daya Tarik Dolar AS Lebih Kuat, Harga Emas Kini Turun

Harga emas merosot kembali ke level 1.900 dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (17/1/2023).

Editor: Ahmad Haris
Istimewa Tribunnews.com
Ilustrasi. Harga Emas spot turun 0,4 persen menjadi 1.910,02 dolar AS per troy, pada pukul 07:42 GMT, menyusul reli yang mendorong harga emas spot ke level tertinggi sejak April 2022 pada perdagangan Senin (16/1/2023). 

TRIBUNBANTEN.COM - Simak baik-baik harga emas dunia hari ini, Selasa (17/1/2023).

Harga emas kembali merosot ke level 1.900 dolar AS, pada perdagangan hari ini. 

Turunnya harga emas disebabkan oleh kenaikan dolar AS, meskipun harapan kenaikan suku bunga yang lebih lambat oleh Federal Reserve AS membatasi penurunan lebih lanjut.

Mengutip Tribunnews, seperti dilansir dari Reuters, harga Emas spot turun 0,4 persen menjadi 1.910,02 dolar AS per troy, pada pukul 07:42 GMT, menyusul reli yang mendorong harga emas spot ke level tertinggi sejak April 2022 pada perdagangan Senin (16/1/2023).

Sementara harga Emas berjangka AS turun 0,6 persen menjadi 1.910,80 dolar AS.

Indeks dolar naik 0,2 persen, membuat harga emas lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

"Ekspektasi Fed memperlambat laju kenaikan suku bunga telah mendukung emas. Saat ini, kami melihat kemunduran teknis karena harga m emasuki wilayah overbought," kata direktur Kedia Commodities yang berbasis di Mumbai, India, Ajay Kedia.

Pelaku pasar keuangan sebagian besar memperkirakan kenaikan 25 basis poin ketika The Fed mengumumkan keputusan kebijakannya pada Februari.

Bank sentral AS memperlambat laju kenaikannya menjadi 50 basis poin pada Desember setelah empat kenaikan berturut-turut sebesar 75 basis poin.

Karena emas batangan adalah aset dengan imbal hasil nol, suku bunga yang lebih rendah cenderung bermanfaat untuk emas karena mengurangi biaya peluang untuk memegang aset tersebut.

Investor juga mencermati data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi China, yang menjadi salah satu tingkat terburuk dalam hampir setengah abad.

Hal itu karena ekonomi negara itu pada kuartal keempat 2022 terpukul keras oleh pembatasan COVID-19 yang ketat, dan kemerosotan pasar properti.

China sendiri merupakan konsumen emas teratas pada tahun 2022.

Analis industri memperkirakan harga emas bisa mencapai rekor tertinggi di atas 2.000 dolar AS per troy tahun ini, meskipun dengan sedikit gejolak, karena The Fed memperlambat kenaikan suku bunga dan akhirnya berhenti menaikkannya.

Kedia menambahkan, harga perak diprediksi dapat mengungguli harga emas pada tahun ini. Harga spot perak tercatat naik tipis 1,4 persen menjadi 24,06 dolar AS.

"Kami perkirakan perak mengungguli emas pada 2023 karena ada permintaan industri dan investasi yang baik di tengah persediaan yang rendah," tambah Kedia.

Sementara harga platinum turun 0,6 persen menjadi 1.056,25 dolar AS dan harga paladium turun 0,1 persen menjadi 1.748,50 dolar AS.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Harga Emas Turun Imbas Daya Tarik Dolar AS yang Lebih Kuat

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved