Breaking News:

Sejarah Lato-lato yang Viral, Dulu Harga Rp 5.000 Sekarang Naik Jadi Rp 20.000

Setelah viral, sebuah lato-lato yang tadinya dibanderol dengan harga Rp 5.000, naik menjadi Rp 20.000.

Tribunjabar.id
ilustrasi penjual lato-lato. Mainan jadul lato-lato kini sedang populer kembali di berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, hingga orang dewasa. Berikut ini sejarah lato-lato. 

TRIBUNBANTEN.COM - Mainan jadul lato-lato kini sedang populer kembali di berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, hingga orang dewasa.

Sebenarnya, mainan ini sudah ada sejak tahun 1960-an.

Mainan ini terbentuk atas dua bola pemberat yang terikat pada tali, serta dihubungkan dengan sebuah cincin dan dimainkan dengan cara kedua bolanya dibentur-benturkan, sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.

Baca juga: Gelar Upacara, Kepala SDN 1 Bojong Leles Lebak Umumkan Lato-lato Dilarang Dibawa ke Sekolah

Setelah viral, sebuah lato-lato yang tadinya dibanderol dengan harga Rp 5.000, naik menjadi Rp 20.000.

Kehadiran lato-lato mengharuskan para orang dewasa, khususnya orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka ketika sedang memainkan lato-lato.

Jika telempar, bolanya dapat melukai tubuh.

Dikutip dari groovyhistory.com, Rabu (18/1/2023), lato-lato memiliki beberapa nama, antara lain clakers, click-clacks, knockers, ker-bangers, dan clankers.

Clackers sempat dilarang di Amerika Serikat pada tahun 1970-an karena menyebabkan beberapa insiden yang membahayakan.

Clackers pernah hancur, dan pecahan kaca/plastik tersebut beterbangan ke segala arah sehingga menyebabkan orang-orang terluka dan izin cracker ditarik dari pasar.

Baca juga: Lato-lato Dilarang Dibawa ke Sekolah, FSGI: Boleh Main, Tapi!

Clackers menciptakan suara yang sangat keras akibat dari pukulan kedua bolanya, kalau terbentur terlalu keras, bola-bola tersebut bisa meledak.

Anak-anak dinilai selalu tertarik pada mainan atau apapun yang dapat mengganggu orang tua mereka.

Pada tahun 10988, clacker memenuhi keinginan anak-anak untuk membuat kebisingan.

Awalnya, clackers dibuat dari kaca.

Namun, karena ada kasus pecah dan membuat pecahan kacanya beterbangan ke mana-mana, pabrik mulai membuat clackers berbahan plastik.

Baca juga: FAKTA Sebenarnya Anak SD di Purwokerto Buta akibat Lato-lato, Lurah Sokanegara Bongkar yang Terjadi

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved