Breaking News:

Menag Yaqut Angkap Kenaikan Biaya Ibadah Haji Dianggap Paling Logis: Demi Keadilan

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menilai kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sudah memenuhi prinsip keadilan.

Editor: Abdul Rosid
Warta Kota Live
Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menilai kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sudah memenuhi prinsip keadilan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menilai kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sudah memenuhi prinsip keadilan.

Untuk diketahui, Kemenag RI resmi mengusulkan kenaikan biaya ibadah haji sebesar Rp69 juta pada tahun 2023.

Menag Yaqut Cholil Qoumas, kenaikan biaya ibadah haji dianggap sudah tempat dan paling logis.

Baca juga: Dalih Penuhi Prinsip Keadilan, Kemenag Naikan Biaya Penyelenggara Ibadah Haji 2023, Ini Rinciannya

Pasalnya, jika biaya ibadah haji tidak dinaikan. Maka, Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) akan tergerus.

Selain itu, juga harus menjaga prinsip istitha'ah dan likuiditas penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun berikutnya.

“Itu usulan pemerintah. Menurut kami, itu yang paling logis untuk menjaga supaya yang ada di BPKH itu tidak tergerus, ya dengan komposisi seperti itu."

"Jadi dana manfaat itu dikurangi, tinggal 30 persen, sementara yang 70 persen menjadi tanggungjawab jemaah,” ujar Yaqut dalam siaran pers Kemenag, Kamis (19/1/2023) kemarin.

Selain itu, keputusan tersebut juga untuk mengukur kemampuan para jemaah dalam melasanakan ibadah haji.

“Selain untuk menjaga itu (BPKH), yang kedua ini juga soal istitha'ah, kemampuan menjalankan ibadah."

"Kan, ada syarat jika mampu. Haji itu jika mampu. Kemampuan ini harus terukur, kami mengukurnya dengan nilai segitu,” sambung Yaqut.

Kendati demikian, Yaqut mengatakan bahwa ia akan menunggu pembahasan di tingkat Panitia Kerja BPIH yang dibentuk oleh Komisi VIII DPR RI.

“Ini baru usulan, berapa biaya yang nanti disepakati, tergantung pembicaraan di Panja,” tandasnya.

Baca juga: Rincian Usulan Biaya Haji 2023, Terdapat 6 Komponen yang Biayanya Ditanggung oleh Jemaah

Sebelumnya, diketahui bahwa Kementrian Agama (Kemenag) mengusulkan BPIH 2023 sebesar Rp98.893.909 dengan komposisi Bipih sebesar Rp69.193.734 atau 70 persen dan nilai manfaat alias optimalisasinya sebesar Rp29.700.175 atau 30 persen.

Dengan rincian membayar biaya penerbangan dari Embarkasi ke Arab Saudi (PP) sebesar Rp33.979.784, akomodasi Mekkah sebesar Rp18.768.000, akomodasi Madinah sebesar Rp5.601.840, Living Cost sebesar Rp4.080.000, visa sebesar Rp1.224.000, dan paket layanan Masyair sebesar Rp5.540.109

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved