Breaking News:

Mengenal Upacara Kawula Tradisi Adat Suku Baduy, Tertutup Bagi Wisatawan Selama Tiga Bulan

Warga Baduy akan menggelar upacara Kawula. Kawula adalah ritual adat secara tertutup.

Editor: Glery Lazuardi
Dok. Ahmad Haris
Suasana Kampung Gajebo, di Baduy Luar tampak asri dan syahdu. Perpaduan rumah-rumah kayu, pepohonan hijau, dan sungai yang masih alami, lokasi ini cocok untuk healing, atau tempat untuk merefreshkan diri dari ingar bingar perkotaan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Warga Baduy akan menggelar upacara Kawula. Kawula adalah ritual adat secara tertutup.

Selama upacara Kawula, tiga kampung di Baduy Dalam'> Baduy Dalam, yaitu Cikeusik, Cikartawana, dan Cibeo tak boleh dikunjungi wisatawan.

Sehingga, kawasan wisata Baduy Dalam ditutup selama tiga bulan mulai 24 Januari hingga 24 April 2023.

Baca juga: Bulan Kawalu, Wisatawan Dilarang Memasuki Baduy Dalam Sampai 23 April 2023

"Berdasarkan keputusan Tangtu Tilu Jaro Tujuh, Baduy Dalam'> Baduy Dalam ditutup untuk pengunjung Saba Budaya Baduy," kata Kepala Desa Kanekes, Saija melalui keterangan tertulis.

Untuk sementara, zona kunjungan wisatawan ke Baduy hanya boleh di Baduy Luar saja, mulai dari Ciboleger dan paling jauh hingga ke Perkampungan Gajeboh yang merupakan batas akhir antara Baduy Luar dan Baduy Dalam'> Baduy Dalam.

Upacara Kawula

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia menjelaskan soal upacara Kawula.

upacara Kawalu merupakan kewajiban seluruh warga Kanekes, dari tua hingga muda, laki-laki dan perempuan semua wajib mengikuti jalannya ritual puasa Kawalu.

Upacara Kawalu di Baduy merupakan bentuk ungkapan rasa terimakasih terhadap Sang Hyang Karesa atas berhasilnya panen padi huma Orang Kanekes setiap tahunnya.

Upacara Kawalu merupakan salah satu tradisi adat yang diselenggarakan sebelum Upacara Seba.

Baca juga: Upaya Turunkan Angka Stunting, Grebek KB MJKP 2023 Digelar di Desa Adat Baduy

Adapun tahapannya yaitu, upacara ngalanjakan, upacara Kawalu, upacara ngalaksa, dan terakhir Seba, sebagai puncak dari upacara-upacara adat yang dilakukan Orang Kanekes.

Sebagaimana upacara-upacara lainnya yang mengiringi Seba, pelaksanaan Kawalu tidak dapat dilepaskan dari sanksi adat apabila dalam pelaksanaannya terdapat hal-hal yang diluar kebiasaan masyarakat setempat.

Kawalu berasal dari kata walu yang artinya balik (pulang). Jadi, arti dari kata Kawalu adalah kembali.

Upacara ini juga biasa disebut sebagai ngukus Kawalu atau membakar dupa untuk mengiringi sesajen pemujaan. Biasanya disetiap acara Kawalu selalu dilakukan pembakaran dupa sebagai bentuk pemujaan terhadap leluhur.

Upacara kawalu dilaksanakan setelah kegiatan panen padi dari huma (ladang) dan menyimpan atau mengembalikannya ke leuit.

Baca juga: Alam dan Budaya Suku Baduy yang Syahdu, Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Banten

Maksud dan tujuan penyelenggaraan upacara Kawalu adalah sebagai bentuk ungkapan syukur atas keberhasilan panen padi yang telah didapatkan oleh seluruh masyarakat Kanekes.

Perwujudan rasa syukur ini kemudian diaplikasikan dalam bentuk puasa selama 3 bulan berturut-turut menurut penanggalan Orang Kanekes yang disebut sebagai bulan Kawalu.

Adapun makna dibalik pelaksanaan puasa di bulan Kawalu ini ialah untuk menyucikan diri dari nafsu jahat.

Oleh karena itu, tanggal 15 bulan Kasa, sebelum berpuasa, seluruh Orang Kanekes wajib membersihkan lingkungan berupa halaman, kampung, jalan, dan sebagainya. Barang-barang yang datang dari luar pun harus dikeluarkan dari wilayah Kanekes.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved