Breaking News:

Kuliner Banten

Nikmat dan Gurihnya Rabeg di Warung Nasi Uduk Rabeg Khas Cilegon, Sudah Ada Sejak 1993

Rabeg racikan Hj Hamsah, pemilik warung Nasi Uduk Rabeg Khas Cilegon tidak menggunakan daging kambing, melainkan daging sapi.

Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Ahmad Haris
Suasana Warung Nasi Uduk Rabeg Khas Cilegon yang terletak Jalan. Cut Nyak Dien, Kampung Jombang Masjid, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, percis di depan Toko ATK Pionir. 

TRIBUNBANTEN.COM - Rabeg. Sebagian besar masyarakat Banten khususnya warga asli Cilegon atau Serang, pasti tahu makanan satu ini.

Rabeg merupakan makanan yang biasa terbuat dari daging kambing ini memang makanan asli Banten.

Rabeg biasa menjadi menu utama nan spesial saat hajatan atau syukuran berlangsung.

Rabeg memang mengundang selera makan, karena racikan khas dengan rempah-rempah dan bumbu komplit yang melumuri daging, membuat aroma sedap dan sangat lezat untuk disantap.

Rabeg pada umumnya berbahan dasar daging kambing.

Namun ada yang berbeda dengan rabeg racikan Hj Hamsah, pemilik warung Nasi Uduk Rabeg Khas Cilegon.

Dalam membuat Rabeg, Hj Hamsah tidak menggunakan daging kambing, melainkan daging sapi, sehingga pemburu kuliner tidak perlu lagi khawatir terserang darah tinggi.

Rabeg daging sapi racikan khas ibu Hj Hamsah dengan bumbu yang sangat kental dan gurih.

Baca juga: "Ngerabeg" Istilah Makan Rabeg Bersama dalam Momen atau Hajat Tertentu yang Masih Lestari di Cilegon

Tidak heran bila pelanggan asal Bekasi, rela jauh-jauh datang ke warung nasi uduk rabeg yang terletak Jalan. Cut Nyak Dien, Kampung Jombang Masjid, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, percis di depan Toko ATK Pionir.

" Rabeg itukan sebenernya terbuat dari kambing, tapi karena banyak yang ngomong nanti kena darah tinggi, maka saya coba buat dengan daging sapi atau kerbau. Alhamdulillah semua orang pada suka,” ujar Hj Hamsah kepada TribunBanten.com beberapa waktu lalu.

Setiap harinya, warung nasi uduk rabeg Hj Hamsah ini tidak pernah sepi pembeli.

Dalam satu hari, warung rabeg yang buka mulai sore pukul 17.00 ini mampu menghabiskan 50 Kg daging sapi atau kerbau dan 50 Kg beras.

Dalam sehari, warung rabeg ini mampu meraup omzet Rp 5 juta per hari.

Rabeg daging sapi racikan khas ibu Hj Hamsah dengan bumbu yang sangat kental dan gurih, membuat siapa saja yang menyantapnya akan ketagihan.
Rabeg daging sapi racikan khas ibu Hj Hamsah dengan bumbu yang sangat kental dan gurih, membuat siapa saja yang menyantapnya akan ketagihan. (TribunBanten.com/Ahmad Haris)

“Setiap hari kadang kalau lagi banyak pembeli jam 10 malam juga udah habis."

"Tapi kalau sepi atau sedang bisa hingga larut malam,” katanya yang telah merintis usaha warung nasi uduk rabeg sejak 1993 tersebut.

Untuk harga satu porsi nasi uduk rabeg dipatok cukup murah.

Dengan Rp17 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati lezatnya rabeg bebas darah tinggi khas ibu Hj Hamsah.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved