Breaking News:

Gunung Anak Krakatau Erupsi 10 Kali, Tercium Bau Belerang di Pantai Carita, Abu Mengarah Bakauheni

Gunung Anak Krakatau alami erupsi 10 kali pada Selasa (24/1/2022), kini statusya dalam tahap level III atau siaga.

Magma Indonesia
Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi sebanyak 10 kali sejak dini hari kemarin hingga malam pada Selasa (24/1/2023). 

TRIBUNBANTEN.COM - Gunung Anak Krakatau alami erupsi 10 kali pada Selasa (24/1/2022), kini statusya dalam tahap level III atau siaga.

Erupsi terjadi sejak dini hari kemarin hingga malam Selasa. Adapun erupsi mulai terjadi pada pukul 00.41 WIB, pukul 04.42 WIB, pukul 06.07 WIB.

Dilanjut pada pukul 07.01 WIB, pukul 07.58 WIB, pukul 07.59 WIB, pukul 08.08 WIB, pukul 09.28 WIB.

Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bau Belerang dan Abu Vulkanik Sampai ke Pesisir Pantai Carita

Pada malam hari, erupsi terjadi pada pukul 18.50 WIB dan pukul 19.57 WIB.

Anggota Pos Pantau  Gunung Anak Krakatau ( GAK ) Desa Hargo Pancuran Suwarno mengatakan, pihaknya belum menerima laporan mengenai dampak dari erupsi GAK, di mana abu vulkanik berhembus ke arah timur atau ke arah Bakauheni.

Suwarno mengatakan, dampak yang dirasakan oleh warga di Pantai Charita yakni mencium bau belerang bisa saja terjadi, karena abu vulkanik dari  Gunung Anak Krakatau terbawa angin.

Tetapi dirinya mengklaim sampai saat ini belum ada laporan dari warga terkait aroma belerang yang tercium akibat dampak  Gunung Anak Krakatau ataupun kerugian materil lainnya.

Sekdes Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan Firdaus menyebut dirinya sering mendengar dentuman dari erupsi  Gunung Anak Krakatau.

Firdaus juga mengatakan dirinya sering melihat lava pijar dari  Gunung Anak Krakatau.

Namun, dirinya mengaku tidak panik menghadapi situasi tersebut.

Ilustrasi: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi pada Rabu (4/1/2023) pukul 15.09 WIB.
Ilustrasi: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi pada Rabu (4/1/2023) pukul 15.09 WIB. (Tribunnews.com)

Baca juga: Pasar Baros Mulai Dibangun dengan Biaya Rp 41 Miliar, Pedagang Siap-siap Kembali Delapan Bulan lagi

Karena menurutnya erupsi  Gunung Anak Krakatau kerap terjadi, dan dirinya sudah menganggap erupsi tersebut sebagai hal yang lumrah.

"Kekhawatiran sih pasti ada. Tapi ya namanya kita bertahun-tahun tinggal di sini."

"Jadi kita udah terbiasa melihat dan mendengar erupsi dari GAK itu mas," kata Firdaus dikutip dari TribunLampung, Rabu (25/1/2023).

Firdaus juga mengkalim dirinya beberapa kali mencium bau belerang ketika  Gunung Anak Krakatau sedang erupsi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved