Breaking News:

Waspada Semburan Lava Erupsi Gunung Anak Krakatau Capai 350 Meter, PVMBG: Siaga Level III

Gunung Anak Krakatau tercatat telah mengalami erupsi beberapa kali sejak Senin (23/1/2023) tengah malam hingga kini (25/1)

SHUTTERSTOCK/feygraphy via Kompas.com
Gunung Anak Krakatau tercatat telah mengalami erupsi beberapa kali sejak Senin (23/1/2023) tengah malam hingga kini (25/1) 

TRIBUNBANTEN.COM - Gunung Anak Krakatau tercatat telah mengalami erupsi beberapa kali sejak Senin (23/1/2023) tengah malam.

Hal ini berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) yang mencatat telah terjadi erupsi pada Senin pukul 00.41 WIB dan pukul 04.42 WIB, tetapi abu letusannya tidak teramati.

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Provinsi Lampung masih terus mengalami erupsi hingga kini (25/1).

Adapun sejak petang kemarin Selasa (24/1/2023), setidaknya erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi sebanyak 3 kali dan disertai semburan lava pijar setinggi 350 meter.

Baca juga: Senin Pagi H+1 Imlek, Gunung Anak Krakatau Alami Tujuh Kali Erupsi

Dari dalam kawah, terlihat kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke Timur.

Dari seismograf, garis acak menunjukan kegempaan dengan amplitudo maksimum 60 milimeter berdurasi 1 menit 12 detik.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau berstatus siaga atau level III.

Masyarakat dilarang mendekat dengan radius 5 kilometer.

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi 10 Kali, Tercium Bau Belerang di Pantai Carita, Abu Mengarah Bakauheni

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, BPBD Cilegon Imbau Warga Waspada Tsunami

Sebelumnya PVMBG mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Senin (23/1) pukul 00.41 WIB dan pukul 04.42 WIB, tetapi abu letusannya tidak teramati.

Erupsi selanjutnya terjadi pada pukul 6.07 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 300 meter di atas puncak atau 457 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Letusan yang terekam seismograf memiliki amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 80 detik itu menimbulkan kolom abu berwarna kelabu tebal mengarah ke timur.

Pada pukul 07.01 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar 300 meter di atas puncak atau 457 mdpl dan kolom abu berwarna kelabu tebal mengarah ke timur.

Baca juga: Sejarah 26 Agustus: Gunung Krakatau Meletus pada 1883, 36 Ribu Orang Tewas dan Bumi Gelap

Erupsi itu terekam seismograf memiliki amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 27,5 detik.

Anak Krakatau mengalami erupsi lagi pada pukul 07.59 WIB, dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau kurang lebih 657 mdpl dan kolom abu kelabu hingga kelam tebal mengarah ke tenggara.

Erupsi terekam seismograf memiliki amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 143 detik.

Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi sebanyak 10 kali sejak dini hari kemarin hingga malam pada Selasa (24/1/2023).
Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi sebanyak 10 kali sejak dini hari kemarin hingga malam pada Selasa (24/1/2023). (Magma Indonesia)

Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bau Belerang dan Abu Vulkanik Sampai ke Pesisir Pantai Carita

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved