Bensin dan Tarif Jalan Tol Jadi Penyumbang Tertinggi Inflasi di Kota Serang
Berdasarkan data dari BPS Provinsi Banten, Kota Serang mengalami inflasi sekitar 6,55 persen berdasarkan Tahun ke Tahun atau year on year.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis indeks harga konsumen/inflasi di Kota Serang periode Januari 2023.
Berdasarkan data dari BPS Provinsi Banten, Kota Serang mengalami inflasi sekitar 6,55 persen berdasarkan Tahun ke Tahun atau year on year.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Banten, Bambang Widjonarko mengatakan bahwa ada 10 komoditas barang atau jasa ikut andil dalam inflasi di Kota Serang pada Januari 2023.
Baca juga: Kendalikan Laju Inflasi, Pemprov Banten Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas dan Mutu Produk Lokal
"Komoditas tertinggi yang ikut andil dalam inflasi tertinggi pertama yaitu bensin 1,08 persen," katanya
Kemudian yang kedua yakni bahan bakar rumah tangga sekitar 0,54 persen.
Ketiga beras sekitar 0,45 persen, keempat angkutan dalam kota 0,32 persen dan kelima rokok kretek filter 0,28 persen.
Selanjutnya angkutan antar kota 0,22 persen, bawang merah 0,16 persen, emas perhiasan 0,14 persen, pemeliharaan/service 0,14 persen dan rokok putih 0,13 persen.
Sementara inflasi berdasarkan bulanan atau month to month pada Januari 2023 terhadap Desember 2022 yakni sekitar 0,33 persen.
"Andil tertinggi inflasi bulan ke bulan tertinggi Kota Serang pada Januari 2023, yang pertama yaitu komoditas tarif jalan tol," katanya.
Komoditas barang atau jasa, tarif jalan tol jadi penyumbang pertama inflasi di Kota Serang berdasarkan bulan ke bulan yakni sekitar 0,11 persen.
Penyumbang kedua yakni rokok Kkretek filter sekitar 0,06 persen dan ketiga bawang merah sekitar 0,05 persen.
Baca juga: Kota Serang Masuk 10 Besar Inflasi Tertinggi Se-Indonesia, Warga Diimbau Bijak Berbelanja
Selanjutnya cabai rawit 0,05 persen, pemeliharaan/service 0,04 persen, upah asisten rumah tangga 0,04 persen dan rekreasi 0,04 persen.
Kemudian daging ayam ras 0,03 persen, emas perhiasan 0,03 persen dan kontrak rumah 0,03 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ilustrasi-Inflasi-sfds.jpg)