Disperindag Lebak Ungkap Faktor Kelangkaan Minyakita di Pasar Rangkasbitung

Kepala Disperindag Lebak Orok Sukmana mengatakan, saat pedagang di Pasar Rangkasbitung kesulitan mendapatkan Minyakkita.

Tayang:
Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Nurandi
Kepala Disperindag Lebak Orok Sukmana. 

Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pedagang di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak kesulitan mendapatkan minyak goreng bersubsidi, yakni Minyakita.

Kepala Disperindag Lebak Orok Sukmana menyampaikan langsung tentang kelangkaan minyakita tersebut.

Seperti diketahui, Minyakita yang merupakan minyak goreng subsidi yang diluncurkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Minyakita didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia oleh Kemendag dengan HET (harga eceran tertinggi) Rp14.000 per liter.

Walau minyak goreng subsidi, namun kualitas Minyakkita tak kalah dengan minyak bermerek lainnya.

Akan tetapi, minyak tersebut sulit ditemukan dan mengalami kelangkaan di sejumlah daerah, termasuk di Lebak Banten.

"Setelah koordinasi dengan para pedagang, bahwa memang banyak pedagang yang kesulitan mendapat Minyakita," katanya saat ditemui TribunBanten.com di Aula Multatuli Pemkab Lebak, Kamis (2/2/2023).

Keberadaan Minyakita ini, kata Orok, untuk membantu masyarakat yang kesulitan mencari minyak goreng, apalagi pada tahun 2022 lalu terjadi kelangkaan minyak goreng.

Minyakita merupakan minyak goreng kemasan dengan kualitas dan harganya terjangkau, sehingga banyak diminati masyarakat.

"Minyakita memang disiapkan, oleh pemerintah pusat, untuk masyarakat," ujarnya.

Dirinya menambahkan, setelah Disperindag Kabupaten Lebak melakukan pemantauan, Minyakita sudah langka dari pihak distributor.

"Jadi faktor kelangkaannya, Informasi di lapangan dari para pedagang mereka kesulitan mencari minyak kita dari para distributornya," katanya.

Saat ini harga minyak di Pasar Rangkasbitung tidak mengalami kenaikan.

Pihak Disperindag juga memastikan, harga masih aman yakni di angka Rp 14 ribu per liter dan minyak curah Rp 12 ribu per liter.

"Tetapi saat ini memang para pedagang kesulitan mencari minyakita," ujarnya.

Dirinya berharap, kelangkaan minyak tersebut cepat diatasi oleh pemerintah pusat.

"Jadi mudah-mudahan kelangkaan ini semoga cepat stabil dan tidak ada kenaikan lagi," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved