Banjir di Kota Serang Masih Sering Terjadi karena Drainase Sempit dan Tersumbat
Penyebab banjir di Kota Serang karena faktor drainase yang sempit hingga tersumbat oleh tumpukan sampah.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Serang, pada Selasa (14/3/2023) malam hingga Rabu pagi, mengakibatkan sejumlah permukiman warga hingga jalan protokol kebanjiran.
Beberapa di antaranya, yakni di Jalan Mayor Supri Jamhari, Lingkungan Kantin, Kelurahan Cimuncang, kemudian Jalan 45 Cikulur, Kelurahan Serang, Lingkungan Kaligandu, Kesawon, dan Kelurahan Kebaharan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang Diat Hermawan menjelaskan, ketinggian air mulai dari 40-50 centimeter.
"Untuk ketinggiannya berpariatif, dan kami telah lakukan monitor sudah ada yang surut sebagai dan beberapa memang masih tergenang," katanya melalui pesan WhatsApp, Rabu (15/3/2023).
Diat juga mengatakan, akibat banjir ini, sebanyak 73 kepala keluarga (KK) terdampak.
Di antaranya kelurahan Kotabaru 48 KK dan Kelurahan Cimuncang 25 KK.
Baca juga: BPBD Lebak Salurkan Bantuan Sembako dan Makanan Siap Saji untuk Korban Banjir di Leuwidamar
Menurutnya, data tersebut merupakan hasil laporan dan monitoring di lapangan.
Sementara itu, penyebab banjir tersebut pihaknya menyebutkan karena faktor drainase yang sempit hingga tersumbat oleh tumpukan sampah.
"Rata-rata penyebabnya karena drenase yang sempit dan tersumbat sampah. Sehingga air meluap kepermukiman warga," katanya.
Pihaknya juga menyebutkan kini semua yang terdampak banjir sudah berangsur surut.
Namun, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat dan anggota tim kelurahan tangguh bencana (KTB), untuk siap siaga terutama warga yang tinggal di daerah aliran sungai Cibanten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Air-banjir-masih-menggenangi-wilayah-Kebaharan-Kota-Serang.jpg)