Kunci Jawaban
KUNCI JAWABAN Tema 9 Kelas 6 SD Halaman 89 90 91, Teropong Binokular dan Bintang Jatuh
Perhatikan kembali cerita fiksi di atas, lalu lakukanlah kegiatan berikut ini secara mandiri. Kunci jawaban Tema 9 Kelas 6 SD/MI halaman 89, 90, 91.
Penulis: Vega Dhini | Editor: Vega Dhini
TRIBUNBANTEN.COM - Dalam kunci jawaban berikut, simak pembahasan Subtema 2: Benda Angkasa Luar dan Rahasianya.
Materi di atas terdapat dalam Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas VI, Tema 9: Menjelajah Angkasa Luar.
Simak pembahasan materi kunci jawaban Tema 9 Kelas 6 SD/MI halaman 89, 90, 91 dalam artikel ini.
Kunci jawaban Tema 9 Kelas 6 SD/MI halaman 89, 90, 91 ditujukan bagi orangtua untuk membimbing proses belajar siswa.
Diharapkan orangtua bisa membimbing kegiatan belajar siswa di rumah dengan semangat.
Rangkuman kunci jawaban Tema 9 Kelas 6 SD/MI halaman 89, 90, 91 hanya sebagai panduan, jawaban dari setiap soal tidak terpaku dari kunci jawaban ini.
Diharapkan siswa bisa mencari jawaban sendiri dari setiap soal yang disajikan.
Pada materi kunci jawaban Tema 9 Kelas 6 SD/MI halaman 89, 90, 91 siswa diminta membaca cerita fiksi berjudul Teropong Binokular dan Bintang Jatuh.
Simak pembahasan kunci jawaban Tema 9 Kelas 6 SD/MI halaman 89, 90, 91 selengkapnya berikut ini.
Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 2 SD, Diskusikan Sikap Kebersamaan yang Dilakukan oleh Ular dan Tikus
Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 2 SD Halaman 10 Agar Mendapatkan Kue 1/2 Bagian, Maka Kita Harus Membagi
Kunci jawaban Tema 9 Kelas 6 SD/MI halaman 89, 90, 91
Ayo Membaca
Teropong Binokular dan Bintang Jatuh
Oleh Diana Karitas
Dimas sangat senang mendapatkan kejutan hari ini dari Om Dodi, pamannya yang baru kembali dari Bandung. Dimas mendapatkan sebuah teropong binokular! Benda itu sudah lama ia idam-idamkan! Dimas tahu bahwa ia hampir tidak mungkin meminta dari Ayah dan Ibu karena benda itu sangat mahal. Tetapi, pamannya yang bekerja di Bosscha Bandung sore itu membawakannya untuknya!
“Terima kasih, Om! Dimas pasti akan menggunakan dan menjaganya dengan baik,” janji Dimas kepada pamannya sambil mencium tangan pamannya berkalikali. Matanya berkaca-kaca.
“Om percaya kepadamu, Dimas. Om tahu kamu ingin sekali mengamati bintang-bintang di langit. Makanya, Om pilihkan yang lensanya mampu menangkap benda langit,” jelas Om Dodi.
“Wah, terima kasih sekali, Om. Sebenarnya memang teropong binokular yang seperti ini yang Dimas inginkan. Teropong yang tidak hanya mampu menangkap benda jauh di daratan, tetapi juga di langit. Pasti mahal, ya Om?” tanya Dimas.
“Ya, benda itu memang mahal, tetapi kalau kamu mau memanfaatkannya dengan baik, rasanya seimbang dengan harganya. Alat ini berukuran 12 x 50, artinya lensanya berdiameter 50 mm dan mampu memperbesar benda yang dilihat hingga 12 kali lipat. Seharusnya alat ini mampu digunakan untuk melihat benda langit seperti kumpulan bintang-bintang,” jelas Om Dodi.
“Wah, senang sekali kelihatannya anak Ibu ini!” sela Ibu ikut bergabung dengan Om Dodi dan Dimas di ruang tamu. “Berarti harapanmu yang pernah kamu ucapkan ketika kamu melihat bintang jatuh beberapa waktu lalu benar-benar terkabul ya Dim?” goda Ibu.
“Oh, ya? Di mana Dimas melihat bintang jatuh? Rasanya sulit melihat bintang jatuh kalau di daerah sini,” tanya Om Dodi agak heran.
“Waktu kami pergi ke puncak bukit di seberang pulau itu, Om. Peristiwanya sudah cukup lama. Dimas melihatnya, seperti bintang jatuh, tetapi cepat sekali. Lalu Dimas ingat, kata orang kalau kita melihat bintang jatuh dan mengucapkan keinginan atau harapan kita, maka keinginan atau harapan tersebut akan menjadi nyata,” jelas Dimas sambil tertawa tersipu.
“Oh, itu mitos Dimas. Jangan percaya! Om tahu karena diberi tahu oleh ibumu. Ibumu mengatakan bahwa kamu sangat menginginkan sebuah alat untuk mengamati benda langit,” kata Om Dodi tertawa sambil mengerling kepada kakak perempuannya.
“Ah, Ibu dan Om Dodi ternyata telah bekerjasama, ya! Terima kasih, Ibu. Terima kasih, Om. Dimas janji akan memanfaatkannya dengan baik,” kata Dimas.
“Ya, Dim. Tapi jangan lupa dengan kegiatanmu yang lain, ya! Belajar, mengerjakan tugas di rumah dan sekolah harus tetap diutamakan. Setelah itu baru kamu menggunakan waktumu untuk mengeksplorasi benda-benda langit kesukaanmu,” nasihat Om Dodi.
“Pasti, Om!” jawab Dimas sambil menunjukkan ibu jarinya.
Ayo Menulis
Alur cerita atau jalan cerita sebuah tulisan fiksi membantu pembaca untuk mengetahui rangkaian peristiwa di dalamnya. Alur cerita biasanya menjelaskan masalah atau konflik dan penyelesaiannya.
Perhatikan kembali cerita fiksi di atas, lalu lakukanlah kegiatan berikut ini secara mandiri.
Kunci jawaban
Judul Cerita: Teropong Binokular dan Bintang Jatuh.
Siapa tokohnya? Tokohnya adalah Dimas, Om Dodi, Ayah dan Ibu.
Di mana peristiwanya? Peristiwanya terjadi di rumah Dimas.
Kapan? Peristiwa itu terjadi di sore hari.
Apa yang terjadi dan mengapa? Om Dodi pulang dari Bandung membawakan teropong binokular untuk Dimas karena Om Dodi tahu Dimas sangat ingin mengamati bintang-bintang di langit.
Bagaimana penyelesaiannya? Dimas berjanji akan menggunakan teropong binokular dari Om Dodi dengan baik dan tetap mengutamakan mengerjakan tugas di rumah dan sekolah.
Sumber: Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas VI, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
*) Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak. Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.
(TribunBanten.com/Vega)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Teropong-Binokular-dan-Bintang-Jatuh.jpg)