Lahan Tempat Gedung SMKN 6 Kota Serang Berdiri Dipersoalkan, Ahli Waris Demo Dindikbud Banten
Bangunan SMK Negeri 6 Kota Serang, Banten diduga sedang bermasalah. Hal ini terungkap setelah ahli waris Almarhum Komarudin Ishak menggelar aksi unras
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Lahan tempat gedung SMK Negeri 6 Kota Serang, Banten berdiri dipersoalkan
Hal ini terungkap setelah ahli waris Almarhum Komarudin Ishak menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, pada Kamis (7/9/2023).
Ahli waris Almarhum Komarudin meminta agar Dindikdbud Banten membayar lahan yang digunakan untuk bangunan SMK Negeri 6 Kota Serang.
Baca juga: Warga TCI Cilegon Ancam Gelar Demo Tuntut Aktivitas Stockpile Batu Bara Ditutup
SMK Negeri 6 Kota Serang berdiri di lahan milik ahli waris Almarhum Komarudin seluas 17.000 meter sejak 14 tahun lalu.
Lahan itu milik dua ahli waris Komarudin dan Daliman.
"Kami selama ini menunggu pembayaran atas hak kami. Kalau lahan milik ahli waris Komarudin sekira 14.000 lebih, sisanya milik Daliman," kata Iis kepada wartawan, Kamis (7/9/2023).
Semula lahan itu akan dibeli Pemerintah Kota Serang untuk pembangunan SMKN 6 Kota Serang.
Namun, hingga kewenangan pengelolaan SMA, SMA dan SKH beralih ke Provinsi belum ada pembayaran ke para ahli waris.
"Kami minta segera dibayar, karena sudah 14 tahun lebih dijanjikan terus. Kami minta dibayar Rp 550 ribu per meter," ujarnya.
Setelah melakukan aksi unjuk rasa, ahli waris Komarudin kemudian beraudiensi dengan pihak Dindikbud Banten di aula rapat yang terletak di lantai 3 kantor Dindikbud Banten.
Audiensi tersebut berkahir deadlock, lantaran mereka hanya diterima oleh Analisis Kebijakan Muda Bidang SMKN pada Dindikbud Banten, Asep Mudzakir.
Ahli Waris Komarudin, Lutfi mengaku ingin bertemu langsung dengan kepala Dindikbud Banten, Tabrani terkait masalah tersebut.
Dia mengancam, jika Tabrani tidak menemui mereka pada pertemuan selanjutnya yang dijadwalkan pada Senin depan akan melakukan penyegelan pada SMK Negeri 6 Kota Serang.
Baca juga: Di Tengah Ancaman, Ribuan Honorer Banten Nekat Gelar Demo di Gedung DPR RI
"Mohon maaf ini mah terpaksa akan kami tutup jika pak Kadis tidak menemui kami. Beliau itu susah ditemuin seperti malaikat saja," pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Analisis Kebijakan Muda Bidang SMKN pada Dindikbud Banten, Asep Mudzakir mengaku akan menjadwalkan ulang pertemuan dengan ahli waris.
"Mudah-mudahan pak kadis berkenan hadir, saya akan sampaikan apa yang menjadi permintaan mereka," singkatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Lahan-tempat-gedung-SMK-Negeri-6-Kota-Serang-Banten-berdiri-dipersoalkan.jpg)